Tampilkan postingan dengan label Tentang Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Rasa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2022


aku sedang melakukan hal baru dalam hidupku,

menulis dan membuat lagu!

hal ini seru, cukup sulit!

namun rasanya seperti menggali dan terus menggali,

penasaran dengan segala nada spontan yang keluar dari otak,

dan segala kata-kata yang tersusun tiba-tiba.

semoga hal ini baik!


Senin, 28 Maret 2022

Salam dari 1 November 2021

Yogyakarta, Parangtritis. 



Suara debur ombak, 

Suara berisiknya gulungan itu tanpa henti,

Aroma hangat yang khas,

Bedanya sore ini sedikit dingin ditambahkan suara gemericik hujan,


Langit sedang sedih kali ini,

Dia menangis setiap matahari akan terbenam,

Keindahan matahari ia tutupi dan ia habisi sendiri,

Langit tak rela matahari pergi,


Lautan terhempas luas,

Berisiknya ombak begitu menyejukkan,

Gemericik hujan menemaniku sore ini,

Sore sepi menunggu kepastian,

Sore sunyi tanpa jawaban. 



Disini aku belajar,

Bahwa suara ombak membuatku tersadar,

Setiap orang kadang butuh waktu sendirian,

Untuk mendalami apa yang ia rasakan. 



Menjadi Dewasa

Melihat yang lebih muda dariku melakukan tertawa terbahak-bahak dengan teman sebayanya, bahagia melihatnya. 


Dulu, aku selalu begitu, tertawa tanpa henti hingga perut sakit sekali, entah apa yang lucu bahkan sampai tidak bisa berhenti tertawa. 


Tapi waktu terus berjalan, masa itu sudah lewat jauh disana, teman-teman sebayaku tumbuh dewasa begitu juga dengan aku. 


Bukan, maksudku bukan berarti ketika kita tumbuh dewasa kita tidak bisa berbahagia. Maksudku, kedewasaan seperti merenggut waktuku. Waktu yang dulu kami miliki untuk dihabiskan bersama-sama, waktu yang sama untuk tertawa bersama-sama. 


Teman-teman sebayaku kini sudah berada di garisnya masing-masing, begitu juga dengan aku. Rasanya seperti zona waktu kami sudah berbeda karena kedewasaan sepertinya merenggut waktu. 


Tapi begitulah menjadi dewasa. Untuk menjadi dewasa kita paham akan waktu masing-masing, kita paham akan garis masing-masing. 


Bagiku setiap orang memiliki garisnya sendiri untuk mencapai garis finish, entah mana yang di depan, entah mana yang di belakang. Yang terpenting kita saling menghargai satu sama lain dan tetap saling memahami bahwa waktu kami sudah tidak seperti dulu, tapi perasaanku masih sama seperti dulu. 


Hei teman-temanku, aku rindu! 

Senin, 05 April 2021

Pilah dan Pilih

Sudah tidak asing lagi bagiku mendengar pertanyaan, "Kapan Menikah?"

Mungkin hal itu terkadang tidak menggangguku sama sekali, cuma terkadang ada kalimat lanjutan yang membuatku terganggu bahkan bisa tersinggung. Entahlah

Mau tau apa itu?

"Pasti pilih-pilih yaaa"

Pilih-pilih? menurutku ini bukan tentang pilih-pilih, tapi ini tentang kehidupan kita setelah menikah adalah selama-lamanya, kita akan hidup dengan manusia (yang sebelumnya bisa di bilang) asing.

Lalu, apa salah menunggu orang yang tepat?

Defisini kata pilih-pilih sepertinya sudan terlalu negatif di telinga orang-orang, padahal tidak seperti itu.

Sudah banyak sekali orang yang bilang bahwa setiap orang memiliki zonanya masing-masing,
Setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk mencapai ke sebuah tempat finish-nya

Mungkin keliatannya dia depan atau mungkin keliatannya dia dibelakang. 

Sebentar, memangnya kita tahu dari mana?

Kita saja tidak tahu dimana garis start dan finish setiap orang, pasti beda-beda kan?

jadi tidak ada namanya kata terlambat, cuma memang belum waktunya saja kan?

So, sabar saja. Sabar yang banyak, tetap berbaik sangka katanya.

Tutup telinga, fokus kapada diri sendiri, dan tetap berprasangka baik kepada yang Maha Kuasa, Allah

:)


Kamis, 05 Maret 2020

Keputusan Terberat

Instagram bagiku adalah hiburan (dulunya),
Posting segala hobi dan segala hal yang aku senangi,
cover sana-sini, explore cover lagu orang-orang (referensi lain, sealing youtube)
dan itu membuatku happy.

Tapi entah kenapa, semakin kesini kok semakin aneh rasanya,
Posting cover lagu, kemudian cek setiap saat, uda berapa ya yang liat?
buat apa?
padahal dulunya, kalau nyanyi ya Nyanyi aja, gak peduli diliat ataupun enggak.

Setiap hari, setelah kesibukkan dan kelelahan disempatkan melihat story orang-orang,
Ada yang jalan-jalan keluar negri,
ada yang bulan madu,
ada yang pengantin baru,
ada yang lahiran anak kedua bahkan ketiga,
ada yang merayakan ulangtahun anaknya yang kesatu tahun.

Bukan iri, tapi seperti jiwa ini merendahkan diri sendiri,
Seperti lebih membenci capaian diri sendiri,
dan merendahkan segala hal tentang diri sendiri.

Instagram bukan lagi hiburan, tapi suatu hal yang membuat rendah diri,
suatu hal yang kadang bisa menyakiti diri sendiri,
Gatau kenapa.

Dulunya pernah hapus Aplikasi, tapi download lagi karena mau post nikahan temen.
Terus akhirnya dari seminggu lalu, kuputuskan buat hapus lagi.
Rasanya kurang puas, takut diri ini masih buka lagi, padahal sudah tau menyakiti diri,
Well, I deleted my instagram account (kalau kata sih instagram gak bisa di delete si, cuma dissable sementara gitu katanya, but it's okay).

Well.

Bismillah, semoga istiqomah menuju jiwa lebih sehat.
Mungkin, pandangan orang lain beda-beda.
Ini si kalau aku ya.

:)

Jika

Jika ia memang cinta,
dia tidak akan membuatmu mencari,
namun kau akan dicari.

Jika ia memang cinta,
dia tidak akan memberikan ketidakjelasan maupun kekecewaan,
namun kau akan mendapatkan kehangatan dan kesejukan.

Jika ia memang cinta,
dia tidak akan membuatmu menunggu terlalu lama,
Jika ia memang cinta,
dia tidak akan membuatmu tulisan seperti ini,

di pagi hari.

Jumat, 22 Juni 2018

Kebahagiaan Milik Bersama




Mungkin ini bukan kali pertama seorang teman "sold out",
Mungkin ini juga bukan kali pertama aku menghadiri sebuah kondangan.

Beda cerita kali ini.
Seorang sahabatku sudah menikah bersama kekasihnya selama ini (yang sudah bertahun-tahun),
kami berlima berpegian dari Malang, merencenakan dari jauh-jauh hari untuk meliburkan diri dari pekerjaan.

Dua hari memang singkat, namun kebersamaan singkat rasanya merefresh segala kesuntukan,
ditambah lagi seorang sahabatku sedang bahagia setengah mati, hahaha.

Dua hari ini memang sederhana, lawang sewu khas Kota Semarang memang tidak sempat untuk kita kunjungi, namun hati ini sudah bahagia setengah mati, hahaha.



Nad, dari lubuk hatiku yang paling dalam.
Terimakasih sudah menjadi sahabatku selama ini,
dan mempercayai kami menjadi bridesmaid-mu di hari bahagiamu,

Nad, dari lubuk hatiku yang paling dalam,
Aku mengucapkan terimakasih juga sudah memberikan kita ruang untuk berkumpul,
tanpa mengingat berisiknya dunia pekerjaan,
tanpa mengingat bahwa hari esok harus kembali ke realita,
kita bisa bahagia bersama karenamu, di dua hari singkat ini.

Lelah, namun kebahagiaanmu begitu menular ke seluruh aliran darahku.
Senyum-mu, tawa kita semua, mengobati rasa lelah yang sudah sampai ke tulang-tulang,
Pertemuan kita mengobati kesuntukan yang sudah lama terpendam.

Bahagia terus ya nad!
Tunggu kami, menyusul satu-satu dan memberikan ruang lagi untuk kita semua berkumpul lagi.
AAMIIN!







Dari yang selalu menyayangimu



Atikah Nadhifah Fahmi

Kamis, 31 Mei 2018

Berdiri dengan Kakimu Sendiri

Yang perlu kamu ingat, dunia ini sudah tak lagi sama.
Dunia ini berbeda dengan duniamu yang dulu.
Mereka membutuhkan kemandirian,
Mereka menuntut kamu untuk berdiri dengan kakimu sendiri,

Boleh sedikit berharap dengan bantuan tangan, namun jangan terlalu berharap.
Karena jika terlalu berharap, ujungnya pun kecewa.
Apalagi berharap pada manusia.

Semangat ini baru awal dari dunia sebenarnya.

Rabu, 21 Maret 2018

Percayalah,
pasti ada alasan,
yang aku tahu, jika semuanya selalu di nikmati,
meskipun harus menangis meraung-raung, saat ini
meskipun harus sakit punggung, saat ini
meskipun si otak terus berteriak-teriak lelah setiap hari,
bahkan meskipun seperti hatimu terkikis setiap hari,
nantinya pasti berakhir dengan senyuman.

entah hal itu karena senyum dari kebijakan hatimu,
atau karena semuanya seperti keinginanmu,

Lelah sekarang tak apa, agar selalu menghargai sebuah usaha
Seperti habis waktu sekarang tak apa, agar selalu menghargai setiap pertemuan

Jika hatimu seperti terkikis, lepaskan
meskipun aku tahu, susah ya?
memang

tapi ingat...

senyum itu akan datang, pada akhirnya, di waktu yang tepat.

Sabar ya.

Senin, 18 Desember 2017

Salam dari 18 September 2017

Hei permenkaret,

Kamu dapat salam dari 18 September 2017

“Allah selalu punya cara untukmu belajar tentang kehidupan.  Jangan pernah lelah berjuang.”

Apapun yang terjadi sekarang, sekalipun kamu belum mengerti maknanya, tetap jalani dengan hatimu dan menggunakan otakmu. 

Senin, 20 Maret 2017

Kosong

ada yang sengaja dipertemukan untuk belajar,
ada yang sengaja dipertemukan untuk mengikhlaskan,
ada yang sengaja dipertemukan untuk mempertemukan yang lain,
ada yang sengaja dipertemukan untuk ditinggalkan.

Kesengajaan atau ketidak sengajaan itu cuma liku-liku kehidupan,
Tak ada yang tidak sengaja di dunia ini,
karena pada nyatanya semua sudah di tulis di langit sana,
tinggal kita saja yang berusaha menemukan liku-liku itu, mencarinya,
mengusahakannya, menghampiriya, mendatanginya.

Terkadang hati ini berat menerima,
tapi apa daya,
semuanya sudah tertulis disana,
dengan siapa,
kapan,
dan dimana.

semua sudah tertulis jelas kan?

kita saja yang harus tetap berusaha dan memperbaiki diri sekuat tenaga.
lalu, sekarang aku sedang apa?

Selasa, 14 Maret 2017

Berjuang Harus Sebegininya?

"Apakah berjuang harus sebegininya? Kenapa harus begitu?"

Iya, memang harus sebegininya karena berjuang yang sebenar-benarnya memang membutuhkan proses panjang yang menguras otak, tenaga, dan waktu. Supaya menjadi cerita suatu hari kelak. 

satu lagi, berjuang itu juga melibatkan hati dan dia butuh satu kunci,

Yaitu Ikhlas.

Selamat berjuang teman-teman yang di landa ujian bertubi-tubi. Ujian hidup atau ujian kuliah pun. :p

Selasa, 28 Februari 2017

Tulisan Terakhir di Bulan Febuari

Postingan ini biarlah jadi postingan terakhir di bulan Febuari 2017. Bulan yang penuh kejutan, bulan yang senyuman pun gak pernah lepas dari wajahku hihi.

Semua orang disekitarku pasti tahu betapa mudahnya aku bahagia, hihi. Emmm, contoh kecilnya ketika aku marah sama masku, dengan mudahnya aku jadi gak marah sama dia karena tiba-tiba dibeliin kebab kesukaanku, wkwk. Atau contoh lainnya, mungkin waktu hatiku lagi kalut, cuma dengan satu kata simple, aku bisa tiba-tiba bahagia. Bahkan kadang aku gak tau apa alasanku tiba-tiba bahagia karena banyak hal yang adaaaa aja bikin aku senyum seharian dan bahagia terus hihi.

Aku pernah bilang, kalo aku suka banget sama ucapan karena bagiku tulisan itu menggambarkan kejujuran hati, dan aku suka sama ucapan, terkhusus lagi kartu ucapan. Kalo orang-orang bisa nangis dengan nonton film sedih, aku dengan baca sesuatu aja bisa ikut terbawa arus mengharukan dan bisa nangis sendiri wkwk.

Betapa bahagianya aku dari kemarin-kemarin, sampe rasanya kepengen terbang dan senyum-senyum terus. Alhamdulillah, aku bersyukur banget punya sahabat-sahabat yang bener-bener baik dan tulus. Aku sayang sama mereka.

Bagaimana mereka selalu membuat aku merasa disayangin sama mereka.

betapa beruntungnya aku punya mereka semua. hihi.

Cara menyampaikan rasa sayang mereka yang gak pernah di duga-duga. Bersyukurnya lagi, ketika aku tahu harus ldr sama sahabat-sahabatku (sedih pastinya), eh di Solo ketemu sama sahabat-sahabat baru yang juga tulusnya, masya allah, baik-baiknya, bikin sayangku gak pernah habis buat mereka, insya allah, aamiin. Aku selalu bersyukur, Allah menitipkan aku ke orang-orang yang baik.

Alhamdulillah. Betapa bahagianya aku kemaren dikasih kejutan sama mereka, sayang banget sama mereka. :)

Gak kerasa aku udah hampir setengah tahun merantau di Solo ini, udah hampir setengah tahun juga aku kuliah profesi disini. Pastinya begitu banyak pelajaran yang aku dapet, banyak hal baru yang aku dapat, dan pastinya banyak memori-memori lucu yang gak bakal aku lupain, disini.

Memori-memori lucu dari yang nggilani, sedih, bahkan sampe yang ketawa sampai perut kaku pun gak pernah habis buat aku ceritain satu-satu.

Disini aku belajar ngelihat karakter-karakter baru,
ada yang anaknya mandiri tapi ternyata punya sisi manja yang tersembunyi,
ada juga yang selalu positif dari setiap katanya membuat aku merasa ditegur dan tersadar,
ada yang sosoknya misterius, sudah sekuat tenaga untuk aku pahami, tapi masih susah juga,
ada yang jiwanya keras tapi hatinya lebih lembut dari yang lainnya dan yang paling peduli,
ada yang jiwa menolongnya tinggi, tanpa pamrih, dan itu selalu mengagumkan,
ada juga yang punya sisi menyebalkan untuk menguji kesabaran,
ada juga yang rajinnya selalu membuatku terkagum.

ada juga yang sangat sopan, membuat aku merasa bahagia sendiri melihatnya hihi.
ada juga yang ketika aku melihat dia seperti berkaca bahwa itulah diriku,
ada juga yang tidak pernah berhenti membicarakan orang lain, tanpa instropeksi.
.
.
dan masih banyak lagi.

ada yang positif dan ada yang negatif (jelas), tapi semuanya bisa dimaknai sesuai kehendak diri masing-masing.

Anggep saja jika hal itu buruk, hindari sifat itu, jangan membenci orangnya.
jika hal itu baik, coba praktikkan kepada dirimu, dan perbaiki menjadi lebih baik lagi.

Belajar itu bukan sesuatu yang kamu dapetnya di perkuliahan saja, tapi belajar itu juga tentang kehidupan, tentang bagaimana kamu bertahan di dunia yang keras ini. ehehe.

Semangat. Terimakasih febuariku yang membahagiakan :)

Sempilan foto yang (secuil) menggambarkan kebahagiaanku febuari ini karena dengan foto dan tulisan aja kayaknya kurang bisa menggambarkan betapa bahagianya aku hihi!


Tahun ini aku harus long distance relationship sama mereka hihi. Tapi jarak cuma jadi jarak tanpa mengurangi rasa sayangku ke kalian. Kalian itu ajaib, meskipun ada jarak, kalian tetep aja selalu bikin aku bahagia setiap saat. Gimana kalian ngucapin ulangtahun ke aku, gimana kalian neghibur aku yang lagi kalut, gimana ekspresi kalian ketika dengerin ceritaku lewat video call, kalian yang gak pernah bosen nerima voice note-ku yang suka cerita hal-hal yang gak penting, kalian yang aku tanyakin pendapat dari suatu yang gak penting juga wkwk. Aku beruntung punya kalian hihi. Oh iya ditambah lagi, kemaren pulang-pulang dari kampus ada sekotak kado dari kalian dan how sweet! aku suka banget sama ucapannya dan kadonya :')


Profesi apoteker yang menyatukan kita, dari jaman belajar bareng dan nginep 1 minggu di wisma buat masuk ke Profesi Apoteker UMS, sama-sama keterima, dan akhirnya bareng sama kalian terus. Kalian itu unik mbuat aku gak pernah bosen ketemu kalian, di kampus ketemu, makan ketemu, di kos ketemu, belajar bareng ketemu, main ketemu, dan dimana-mana ketemu. Betapa bahagianya aku hari itu, rasanya pengen katongin kalian terus aku peluk erat-erat biar gak lepas, hihi. Aku sayang kalian. Sahabat-sahabat baru yang membuatku selalu bahagia dan pastinya yang selalu dengerin aja aku cerita tiada henti, sedih atau seneng, ehehe.

How lucky i am :')

Alhamdulillah dipertemukan sama orang-orang hebat dan tulus kayak mereka.


"Bestfriends are the most important ingredient in this recipe of life" 

With all my heart


Atikah Nadhifah

Senin, 20 Februari 2017

Happy Birthday Atikah

20 Febuari 2017

Tambah tua ya?

Umur itu ibarat kita makan ice cream cone,
lama kelamaan ketika kita makan akan sampe ujung juga,
dan pada akhirnya ice cream itu habis.

karena nyatanya umur itu berkurang bukan bertambah.

but, Happy Birthday to me! hihi

Hari ini aku bahagia banget, I don't know why, tapi aku orangnya mudah banget bahagia,
diucapin, terus didoain.
Kedua hal itu udah lebih dari cukup untuk mbuat aku bahagia! hihi

Bagiku, doa itu kado paling lucu dan manis,
karena (menurutku) ketika orang itu menuliskan doa,
atau mengucapkannya,
setiap huruf dan setiap katanya,
dia memikirkan kita.

Hihi. Itulah kenapa dengan segelintir doa,
aku bahagiaaaaaaaaaaaaaaa sekali.

Terimakasih semuanya!

Semoga doa baik kalian kembali lagi ke kalian, 
Love you.

Salam sayang

Atikah Nadhifah

Rabu, 08 Februari 2017

Pluviophile

(n) a lover of rain; someone who finds joy and peace of mind during rainy days

Seperti seseorang pluviophile yang menantikan hujan,
menunggu petrichor merasuki lubang-lubang hidung mereka,
tenggelam dalam ketenangan,
menikmati suara rintik hujan.

Hujan itu sang penyimpan memori,
setiap butir-butir yang jatuh ke bumi menyimpan satu kenangan untuk setiap orang,
bagaimana si hujan menyimpan memori-memori itu dengan kuat,
mempertahankan kenangan agar tidak keluar dari ruang butiran air.

siapa yang tidak menyukainya? siapa yang akan menyia-nyiakannya?

seorang pluviophile bukan seseorang yang tenggelam dalam kenangan,
ia menghargai setiap kenangan yang disimpan oleh butir hujan,
tapi lucunya butir hujan tidak hanya membawa butir kenangan,
sekarang ia membawa butir-butir pesan juga,

butir-butir pesan yang memiliki sebuah ritme,
ritme kehidupan,
ritme yang menyejukkan,
ritme yang diberikan secara sengaja,
ritme yang tidak pernah membosankan.

Menikmati ritme yang (mungkin) sengaja diberikan perlahan, tetap menyenangkan.
karena mungkin saja kan, ritme ini adalah ritme terakhir yang Kau berikan sebagai petunjuk sebuah 'lagu' kebahagiaan.

Hujan, bisa jadi sebuah petunjuk ritme 'kehidupan' di masa depan.


Senin, 30 Januari 2017

Ekspektasi

Sang batu tak pernah berkata kepada air bahwa ia kesakitan jika terus dijatuhi olehnya,
Sang air juga tidak pernah tahu bahwa dia telah menyakiti batu yang setia menemaninya,
Angin, lumut, dan tanah-tanah gembur itu menjadi saksi bisu hubungan mereka berdua,
Pertanyaannya, bila semua itu sebenarnya adalah manusia.

Kamu yang mana?

Aku tidak ingin menjadi batu yang tidak bisa mengatakan bahwa sebenarnya ia kesakitan,
Aku juga tidak ingin menjadi air yang tanpa sadar menyakiti seseorangnya setiap saat,
Aku juga tidak mau menjadi angin yang menjadi pembawa beritaentah benar atau salah,

Bagaimana dengan lumut?

Lumut? Dia juga tidak pernah berani berbicara dengan batu, 
Bagaimana batu bisa percaya, jika dia hanya mendapatkan berita dari angin,

Lumut, jika aku jadi kamu, aku akan mengatakan hal ini kepada batu,

"Hei, meskipun kau berkali-kali disakiti oleh air, aku ada disini, lihatlah aku"

"Aku sudah tumbuh di tubuhmu sejak air menyakitimu, aku yang melindungimu."

tapi apakah kalian tahu yang dilakukan lumut?
Dia hanya diam membisu, tak berkutik sedikit pun,
layaknya batu (dalam arti sebenarnya)

Emmm, tapi aku cukup salut dengan lumut, setidaknya dia langsung bertidak,
sayangnya batu tak semudah itu mencerna maksud si lumut

Baiklah. Jika bukan lumut, bagaimana dengan tanah-tanah gembur?

Emm.
Terkadang dia tercampur lumpur,
bahkan aku tidak bisa membedakan antara lumpur dan tanah-tanah gembur, 
aku tidak terlalu memahami mereka

------

Mungkin aku terlalu berekspektasi terhadap sesuatu,
ekspektasi terlalu tinggi, bagiku tak pernah tak menghasilkan kekecewaan.

Seperti batu yang terlalu berekspektasi dicintai oleh air,
Seperti air yang berekspektasi bahwa dialah yang paling hebat mencintai,
Seperti angin yang berekspektasi bahwa dialah yang paling tahu,
Seperti lumut yang berekspektasi sang batu tahu tentang dirinya,
Seperti tanah-tanah gembur yang berekspektasi untuk aku pahami,

Mereka semua berekspektasi.

"kau boleh berekspektasi, tapi jangan terlalu besar jika kau hanya diam. Besarkan saja usahamu, bukan ekspektasimu"

boleh kok, kau boleh berekspektasi, tapi jangan lupa untuk tahu diri,
membandingkan ekspektasimu dengan usahamu.

Apakah sudah sebanding?

Minggu, 22 Januari 2017

Kartu-Kartu Mimpi

Mungkin dibanding para gadis yang suka bermimpi,
aku bisa dibilang seseorang yang lebih suka sekali bermimpi,

aku suka sekali menulis mimpi-mimpiku,
membayangkannya, merasakannya,
seolah-olah aku sudah berada di mimpi itu,
yang pada akhirnya membuat semangat-semangatku kembali,

ada masa dimana aku jenuh dan benar-benar gak mau lakuin apa-apa,
dan tulisan mimpi-mimpi itu adalah penyelamatku.
Aku gak tau, apakah itu worth it atau enggak,

tapi tulisan-tulisan itu selalu kayak manggil,

"hey tik! kalau kamu leyeh-leyeh sekarang, kapan ini jadi kenyataan?!"

Emang, kalo kata "mulai besok deh" itu gak bakalan berlaku.
Selalu aja "mulai besok deh" sampe tahun depan, tahun depan lagi,
gitu terus sampe tua.
nyesel deh!

Iya. Aku udah ngelewatin masa itu, jadi meskipun susah,
aku bener-bener nekan egoku, nekan nafsu malesku, nekan semua hal
untuk menghindari penyesalan.

Nyesel itu gak enak, rasanya lebih sakit daripada kecewa.
Pernah kecewa kan?

"Biarlah kartu-kartu mimpimu nanti yang berbicara kepada dunia tentang kesuksesanmu"
insya allah. Bismillah!

Oh iya, hai bulan Januari! #Akhirnyanulislagi

Jumat, 18 November 2016

Selamat Ulang Tahun, Sang Pemberi Pelukan

Aku suka pelukan.
Pelukan dari seorang ibu.
Pelukan penyembuh lelah paling ampuh.
Pelukan penyembuh gelisah paling ampuh.
Pelukan penyembuh luka,
tanpa harus aku katakan kenapa aku terluka.

Rasanya seperti semua beban ditarik oleh pelukan itu,
rasanya seperti beban hati berkurang dalam hitungan detik,
rasanya seperti berkomunikasi tanpa berbicara,
rasanya seperti seseorang memberikan handsaplas untuk hatimu,

Aku suka pelukan,
pelukan seorang ibu,
Aku suka pelukan,
karena ketika aku malas bercerita,
pelukan bisa memberikan ketenangan begitu saja,
Aku suka dan aku rindu.

Mama, hari ini mama ulangtahun. Rasanya aku pengen datengin mama,
peluk mama yang erat,
tapi aku harus bertanggung jawab apa yang sudah aku mulai,
aku harus menyelesaikan apa yang sudah aku mulai.
Aku harap aku bisa pulang secepatnya (aamiin).


Mama. Love is you, always you.

Selamat ulangtahun, Mam.

Cintaku, sayangku, rinduku tak pernah cukup dideskripsikan dengan tulisan bahkan pelukan, karena semuanya lebih dari itu. 


Sang Penerima Pelukan Setiamu


Atikah Nadhifah Fahmi

Selasa, 08 November 2016

Rindu itu Tanda Kenormalan Hatimu

"Merantaulah.. karena akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya, pada kampung halamanmu, pada mereka yang kau tinggalkan."
Yaps! How I miss my hometown :")

Bagiku, gak ada kota yang benar-benar nyaman senyaman Malang. Selama aku hidup (untuk 22 tahun ini) dari kota yang pernah aku kunjungi, aku suka kota-kota itu, yaaa mungkin karena liburan, tapi kalau sama kota Malang itu aku cinta, aku rindu, dan pastinya aku nyaman.

Kota yang cukup dingin dibandingkan kota yang aku tinggali sekarang, kota yang makanan-makanannya sudah beradaptasi dengan lidahku, kota yang jalannya mudah untuk aku hafal dan aku sambung-sambungkan, kota dengan banyak tempat yang bisa aku kunjungi untuk sekedar jalan-jalan dan moto-moto, kota dimana ketika hujan turun aku senang karena aroma hujannya menenangkan, kota dimana aku bisa menikmati teh hangat kesukaanku tanpa harus kepanasan, kota dimana aku tinggal dan lahir disana. Jika disuruh mendeskripsikan bagaimana kota Malang, dengan bangganya akan aku deskripsikan sangat detail.

Kemarin abiku dateng ke Solo, seneng banget karena rasa rindu terobati, tapi ketika abi pulang rasa kangenku tambah besar, rasanya aku tambah pengen pulang.

Kadang ada yang bilang,

"kangen terus aja ini atikah..."

Apa salahnya rindu? Aku tidak pernah protes tentang rindu, karena rindu itu adalah bentuk normal dari hati seseorang, karena dengan rindu juga, kamu akan menyadari orang-orang yang sebenarnya melekat dihatimu.

Aku juga rindu segala kebiasaanku di Malang karena banyak kebiasaan yang gak bisa aku lakukan juga disini. Sesimple teh hangat saja aku tidak bisa melakukannya, karena mana bisaaaa, pulang-pulang kuliah dengan matahari terik pengennya ya es, bukan yang anget-anget. hahaha.

Aku juga rindu  kamar, apalagi kucingku. Kedua kucingku yang selalu dateng kepadaku kalo minta makan, yang gak pernah tega liat aku sendirian dikamar, yang selalu minta diperhatikan kalo aku lagi asik laptopan. Ahhh pokoknya mereka selalu ada disampingku mau aku nonton tv, main laptop, belajar, atau sekedar main hape, mereka sukanya deket-deket. Bahkan kadang kalo mereka merasa gak aku gubris seharian, mereka naik tangannya ke atas mejaku, ngelihat wajahku dengan wajah melas mereka, minta di-elus, minta disayang. How i miss them!

Aku kangen dapur, tempat dimana aku sering bereksperimen (baru-baru ini sebelum ke Solo) setelah ngelihat tutorial masak di youtube atau instagram. Huvt. Disini ada sih dapur, tapi yang gak ada itu bahannya sama waktunya.

Aku kangen mereka semua, keluargaku, sahabat-sabahatku, semuanya! dan itu pasti, merekalah yang pertama kali aku rindukan, tanpa henti. Kadang aku membayangkan wajah mereka dan kebiasaan mereka. Jatuhnya ya tetap rindu.

"karena obat rindu bagiku adalah bertemu, facetime, telpon, chating adalah penunda rindu paling mujarab sebelum bertemu. Tapi tetap aja, bertemu adalah obatnya."

See you! Ingat, jangan pernah malu untuk merindu karena merindu adalah tanda kenormalan hatimu. Good night!

Sabtu, 29 Oktober 2016

Terimakasih Pengalaman!

Aku tak lagi menunggu di pelabuhan itu,
bahkan aku juga tidak berharap pelabuhan itu masih ada,
ini bukan galau,
hanya sebuah kesadaran tentang sesuatu.

Semakin kesini aku semakin banyak belajar,
semakin kesini aku semakin banyak memahami,
semakin kesini aku jadi paham apakah itu suatu kebohongan atau kebenaran,
semakin kesini ada aja berita-berita yang seketika sampai ditelingaku, sendiri.

Pelabuhan, perahu, laut, lumba-lumba?

Biarlah dia menjadi sebuah tulisan lamaku karena dia (dulunya) adalah inspirasi.
dari yang menginspirasi menjadi sebuah pelajaran.

Terimakasih pengalaman!
"Aku adalah aku yang menikmati dan menghargai sebuah proses untuk sebuah hasil yang menggembirakan"
Selamat ber-sabtu malam, readers!
Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF