Tampilkan postingan dengan label Sudut Pandang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sudut Pandang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2023

setiap orang punya masalahnya sendiri

dulu waktu masih remaja, aku pernah diberi petuah oleh kakakku
dia menuliskan di diaryku kecilku (yang isinya cinta-cinta saja, dari masih bucin sampe patah hati wkwk)

dia bilang...

"dek, hidup itu bukan tentang cinta-cinta-an aja, banyak hal yang lebih menyenangkan dari itu! dunia itu luas! kita bisa belajar dari pengalaman. Pengalaman pahit manis di kehidupan, kalau pengalaman pahit pun tidak perlu dari ceritamu, kamu bisa belajar dari cerita orang lain" 

yaaa, kurang lebih seperti itu.

tak terasa di umur sekarang, aku kembali mengingat kembali
ternyata banyak cerita orang-orang yang disampaikan kepadaku,
alhamdulillah kebetulan aku dipercayakan sebagai pendengar,
dari cerita mereka, aku pun banyak belajar

belajar sudut pandang,
belajar memahami perasaaan manusia lain,
belajar bagaimana bila begini dan bila begitu,

belajar memberikan waktu mereka bercerita,
tidak memaksakan cerita bila mereka belum ingin cerita,
ya itu yang selalu aku lakukan,
karena bila mereka mau cerita, pasti akan cerita.

dan dari semua cerita mereka,  aku menyimpulkan

setiap orang punya masalahnya sendiri. 

semakin bertumbuh dan dewasa,
aku semakin sadar,
bahwa setiap manusia memiliki masalahnya sendiri,

sayangnya banyak yang lupa hal itu,
terburu-buru menghakimi dengan isi kepalanya sendiri,
memberikan pertanyaan yang tidak perlu,
tanpa berempati

banyak yang lupa bahkan banyak yang tidak menyadari,
bahwa pertanyaannya menyakiti,
karena pertanyaan itu berasal dari pikiran yang menghakimi,

setiap orang memilki masalahnya masing-masing,
siapa sih yang tidak ingin menyelesaikan masalahnya?
pasti mereka berusaha mencari solusinya atau mungkin sedang menjalani solusi itu. 

ada yang melontarkan pertayaan atau bahkan saran yang tidak diminta,
sepengetahuanku kadang lebih menyakitkan,

semakin dewasa marilah kita belajar untuk berhenti menghakimi dengan kejam di pikiranmu,
semua orang tidak ada yang sama,
sidik jari saja berbeda, apalagi masalahnya?

pasti bisa perbaiki,
menghindari kata-kata sensitif,
Berusaha lebih empati. 

kalau kamu bisa sakit hati, masa orang lain tidak?

beri mereka waktu untuk mencari solusi sendiri, 
beri mereka waktu untuk bercerita sendiri,
beri mereka waktu, hingga mereka membuka cerita itu sendiri.

karena kadang kita tidak tahu, ada topik-topik yang dihindari seseorang

karena hal itu terlalu menyedihkan

Minggu, 27 Maret 2022

2521 - Jangan Tinggalkan Yang Membuatmu Berdebar

Hai

Lama sekali aku tidak menulis, hehe.

Aku tau pasti akan kaku sekali menulis, tetapi satu hal yang aku sadari.

Kenapa semakin dewasa, aku seperti mulai meninggalkan satu persatu hal yang aku sukai?

Beberapa Minggu ini, aku rutin menonton sebuah drama judulnya "2125" :)

Banyak sekali kata-kata yang menyentuh dan mengingatkan aku banyak hal disana. Memang aku belum selesai menonton drama itu, tapi banyak sekali yang bisa aku pelajari disana..

Ada satu scene favoritku dan membuatku tersentuh.

Ada sebuah scene dimana si tokoh Baek Ye Jin bertengkar dengan adiknya, di saat adiknya malu sang kakak bukan seperti yang terakhir dia ingat. Si Kakak yang sekarang adalah seorang kakak yang kabur dari keramaian karena takut akan berisiknya dunia dan menjadi seorang pengecut, tapi Baek Ye Jin (si kakak) tidak sadar akan itu karena pertengkaran itu Baek Ye Jin seperti terpecut oleh kata-kata si adik.

Yang sebenarnya dia marah dengan dirinya sendiri.

Kata-kata yang benar-benar ngena ke hatiku adalah ketika si adik Baek Ye Jin meminta maaf dan mengatakan,

"Tahu hal yang berubah? Kakak dulu suka sekali mendengarkan musik, jangan tinggalkan hal yang kau suka, meskipun hidup itu sulit", lalu Baek Ye Jin tersenyum.

Kadang kita bisa tanpa sadar meninggalkan hal yang kita sukai, bahkan lupa.

Ketika merasa hidup ini sulit dan begitu banyak cobaan yang datang bertubi-tubi, ketika hidup ini mulai membosankan. Tanpa sadar, kita meninggalkan hal yang kita sukai, satu persatu.

Padahal hal itu adalah hal yang membuat kita tersenyum tanpa alasan, berdebar, bahagia.

Jadi mengapa harus ditinggalkan?

Semakin dewasa rasanya seperti terendam kesibukan, lupa bahwa kita memiliki "sesuatu hal itu". 

Tanpa sadar, kita sudah meninggalkan hal yang paling berharga yaitu hal yang dulunya kita suka dan membuat kita berdebar tanpa alasan, bahkan semangat setiap harinya.

Sibuk boleh, tapi jangan lupa bahwa kita butuh bahagia, dan sebuah tempat yang membuat kita merasa hidup. Jadi jangan pernah lupakan ataupun meninggalkan hal yang kita suka! :)

Banyak sekali kata-kata indah di drama itu yang membuat aku tersadar, bahwa kita tidak boleh melupakan hal yang kita sukai karena setelah di pikirkan, terasa menyedihkan :)



Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF