Tampilkan postingan dengan label berkawan dengan rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berkawan dengan rasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2025

banyak titik rindu di jeda panjang

merindukan sesuatu tetapi terlalu banyak jenisnya,
merindukan segala kebiasaan bersama keluarga di tanah kelahiran,
merindukan goals yang sama sekali belum terpikir olehku hingga saat ini,
merindukan para sahabat yang terpencar di segala penjuru kota,
merindukan keramaian yang dulu pernah menjadi rutinitasku selama tujuh tahun.

berjalan dari satu titik ke titik yang lain,
ternyata di setiap titik itu seperti jalan panjang menuju titik rindu lainnya tanpa henti.

ruangan ini nyaman,
sangat nyaman.
jeda ini tenang, 
sangat tenang.

jika ditanya, apakah aku suka?

sangat suka, jeda ini sudah kunantikan bertahun-tahun yang lalu.

namun ada bagian di diri ini terus bertanya,

"hari ini mau ngapain ya?"

"hari ini aktivitas apa ya yang akan aku lakukan?"

tidak ada yang salah.

wajar saja karena tujuh tahun tanpa jeda.

------

berkali-kali kubisikkan ke dalam hati kecilku, 

"sabar, pelan-pelan, kamu sudah tujuh tahun tanpa jeda, bernafaslah sejenak"

tak ada yang mendesakku untuk buru-buru beranjak,
tak ada pula yang membuatku merasa diburu,
tapi rasanya seperti jeda ini terasa panjang dan kosong.

kusiapkan tanganku di depan keyboard laptopku,
berada di tempat baru selain rumah nyamanku,
kubiarkan jari-jariku menari diatasnya,
tanpa sadar terlahir beberapa paragraf,
tiba-tiba mataku panas dan berair,
ternyata aku sedang berjalan menuju titik rindu lainnya.

berjalan dari satu titik ke titik rindu lainnya, tak ada salahnya.
karena merindu itu tidak dosa.

berjalan dari satu titik ke titik lainnya lagi, pelan-pelan.
tak ada salahnya,
ini bukan lomba lari kan?

-------

sama halnya seperti keramaian yang dulunya kau jalani hingga bosan,
jeda ini juga seperti keramaian yang membosankan itu.

iya. sama.
sama-sama akan dirindukan,
entah kapan.

menghargai setiap momen dalam hidup ini karena bisa jadi tidak akan terulang,
entah rutinitas yang sedang kau jalani,
atau jeda panjang yang kau nanti-natikan,
bahkan mengetik sendirian di sebuah kafe seperti hari ini pun.
bisa jadi momen yang akan dirindukan.

menghargai setiap langkah yang aku ambil,
setiap keputusan berharga yang sudah kujalani,
dan memeluk segala dukungan dari orang-orang tersayang.

--------

ada satu kalimat yang membuatku terus bisa bertahan dan terus berlajan maju,

"jika semangatmu goyah, ingat lagi tujuan hidupmu ini buat apa? ingat lagi tujuanmu sebagai seorang hamba ini buat apa? kembalikan semua ke niat awalmu"

insya allah barokah.
barokah.
barokah.

Allah tidak pernah sedetik pun meninggalkan hamba-Nya,
tidak pernah sekalipun.

jadi meskipun banyak titik rindu di jeda panjang ini,
insya allah akan banyak pahala di setiap hela nafasmu,
aamiin.



Senin, 31 Maret 2025

adaptasi.

masih berbeda rasanya setiap lebaran tidak pergi ke rumah kayk,
ini sudah lebaran kedua tanpa kayk,
rasa rindu itu masih persis sama dan tergambar jelas duduk bersama di meja makan,
bercanda tawa setelah shalat ied dengan berbagai topik di Watu Gilang,

"yang perlu kamu ingat adalah kamu bersyukur punya momen itu, bukan menyesal karena momen itu telah terlewat, tapi bersyukur memiliki momen-momen berharga itu", kata dia.

kupegang kata-kata itu karena mau bagaimana pun ini adalah rasa rindu yang tidak bisa lagi diobati,
memahami berbagai perasaan berbeda di setiap lebaran membuatku khawatir,
apakah momen ini akan bertahan atau momen selanjutnya akan berbeda lagi?

"setiap hal pasti ada momennya, segala perasaan itu valid, jadi nikmati setiap momennya karena bisa jadi momen ini tidak bisa terulang"

dengan kalimat itu rasanya jadi bisa menghargai setiap momen, tanpa perlu rasa khawatir.
karena daripada termakan rasa khawatir terhadap kondisi yang kita tidak tahu,
lebih baik menikmati momen yang ada, momen yang sekarang ini.

adaptasi.

setiap tahun adaptasi, setiap saat beradaptasi.
berbagai kondisi saat ini pasti membentukmu untuk menjadi bentuk terbaik versimu.
semangat terus bertumbuh dan terbentuk menjadi the best version of yourself.


jeda


 "kok rasanya aku kangen kerja ya, mas?", kataku kepadanya.

"coba pikirkan lagi yang kamu kangenin itu rutinitas kerjanya, temannya, atau apanya?", jawabnya lembut.

"gatau, rasanya kangen aja, tapi gatau perasaan kangen yang mana"

 dengan bijaknya ia memberikan kata-kata ajaibnya.

"itulah gunanya career break, sekarang tulis segala perasaan itu. Coba rasakan rasa rindu mana yang sebenarnya kamu maksud, rutinitas apa yang sebenarnya kamu inginkan, pokoknya apapun itu tulis aja dulu dan resapi, itulah gunanya jeda sebentar. Nanti kamu lama-lama tahu, sebenarnya perasaan apa yang kamu alami sekarang."

----------

scroll kebawah dan baru saja menemukan komen mengharukan dari salah satu teman kerjaku, tumpah air mataku.





oke sekarang aku paham, ternyata aku rindu teman-teman kerjaku


Minggu, 05 Januari 2025

untuk kalian yang (kadang) berseragam hijau

rek.

ada satu doa dulu waktu aku masih kecil pas masih sd yang baru aku sadar ternyata sudah diijabah tanpa kusadari dan akhirnya tersadar hari ini.


dulu waktu kecil aku pernah berdoa, “ya allah aku tuh suka banget punya temen, nanti kasih aku temen yang baik-baik ya di sekitarku”


ternyata waktu beranjak dewasa alhamdulillah gak pernah sedetik pun aku kecewa dikelilingi orang-orang baik seperti kalian, rezeki tak ternilai harganya, ketika bisa saling bercerita dan saling menimpali, ketika bisa ketawa karena frekuensi humornya sama, ketika bisa merasakan kesedihan satu sama lain tanpa diberitau, dan saling menghibur dengan cara yang berbeda-beda - dan ini di tempat kerja.


tau gak rek hal yang selalu bikin aku terharu kalau aku inget itu kalau pas aku lagi badmood atau aku lagi di fase sedih, kalian ngelakuin hal sederhana yang bagiku menghiburku kayak contoh kecil pas stok opname, pas sama-sama capek kerja, atau pas aku udah kebelet nangis karena jaman aku “diserang” kala itu. Terimakasih banget selalu berada disisku secara langsung maupun gak langsung. Sungguh.


aku sampe gak bisa berkata-kata karena rasa sayang ini itu udah ada banget buat kalian, aku udah kasih ruang buat kalian di hati ini, pengen meluk kalian satu persatu, pengen menghabiskan waktu buat staycation lagi, pengen ke bali lagi, pengen ke bromo lagi, dan kepengen kerja sama kalian lagi (tapi pas guyonnya tok aja). Oh ya gak lupa bareng-bareng jadi army :’)


alhamdulillah kita sudah pernah melalui itu semua, simpan baik kenangan itu rek buat cerita sampai kapanpun itu.


kita sudah enam hingga tujuh tahun berada di ladang yang sama, mungkin aku udah terlalu usang di “ladang” ini, dan saatnya aku bertumbuh di ladang lain.


Izin pamit ya rek dengan berat hati meninggalkan kota ini dan tempat kita bertemu setiap hari.


seperti yang aku bilang beberapa kali kemarin, hatiku sedang campur aduk.


rasanya happy banget bisa keluar dari zona super nyaman ini, tapi ketika kita meninggalkan sesuatu pasti ada sesuatu lain yang juga kutinggalkan yang jalannya beriringan dengannya, yaaa itu kalian.


memutar ke belakang tak ada satu detik pun kubiarkan ada rasa tidak menyenangkan diantara kita, aku terima baiknya kalian dan aku pun terima paket lainnya.


Terimakasih sudah memberikan ruang untuk aku hadir di hidup kalian, terimakasih menerimaku versi badmood, marah-marah, nangisan, ngalem, dan baik hati.


Terimakasih juga karena ketika semua orang bilang kita berdiri diatas kaki kita sendiri, kalian tetap mengulurkan tangan untuk saling menolong satu sama lain.


Tetep kompak dan jalan beriringan, kalau ada yang jatuh digandeng, kalau ada yang rapuh diboyong, kalau ada yang butuh pelukan dirangkul erat, dan kalau butuh ketawa jangan lupa buat refreshing ya!


sayang kalian selalu, sampai ketemu di jogja atau malang ya!




dari aku yang akan merindukan kalian



atikah nadhifah fahmi

Selasa, 13 Februari 2024

menerima dan menyadari


berhasil keluar zona nyaman,

dulu mana mau aku keluar bahkan menginap sama orang yang baru aja kenal?

dulu mana mau aku keluar kalau gak begitu akrab?


setelah kurenungi kuncinya cuma satu:


“menerima diri kita sendiri”


menerima seperti apa?


menerima kalau kita butuh waktu untuk tidak bicara,

menerima kalau ada waktu menjadi pendengar dan menjadi pembicara,

menerima segalanya yang ada pada diri kita,


karena ketika kita sudah menerima diri kita sendiri,

orang lain pun akan berusaha masuk dan menerima diri kita,

setidaknya ketika kita ada sisi mereka. 


menerima diri kita tidak dituntut untuk apa-apa,

menerima diri kita bahwa tidak perlu disukai semua orang,

menerima diri kita bebas dinilai,

mau tidak mau,

dan biarkan mereka menilai,

tidak perlu dipikirkan. 


sejak pemikiran itu datang dipikiranku dan meresap dalam. 


aku tenang. 


:)


benar atau salah, aku mau mengucapkan 


selamat naik ke tangga selanjutnya atikah


semoga semakin dewasa ya dan terus berusaha menjadi the best version of yourself :)



Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF