Tampilkan postingan dengan label bercerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bercerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2023

ulang tahun

tahun yang berulang, angka yang bertambah
semakin sadar akan makna hidup, lebih mengerti syukur,
lebih paham tentang ikhlas

kurenungi lagi, ulangtahun ternyata tidak semenarik dahulu,
bukan hal luar biasa yang aku tunggu, 
bukan hal yang harus aku istimewakan,
ulang tahun, berarti tahun ini sudah terulang lagi

ulangtahun, hari dimana aku bersyukur bahwa aku masih hidup dan bertahan hari ini
hari dimana harusnya seorang manusia berterimakasih kepada sang Ibu telah melahirkan diri ini di dunia,
hari dimana yang dulunya aku tunggu, namun saat ini?
biasa saja.
bagiku, mungkin.
tidak lagi spesial,
tidak lagi, untuk saat ini.

satu hal yang masih sama dari tahun ke tahun,
dan pastinya masih aku suka hingga saat ini,
ucapan manis dan segala ungkapan yang sebelumnya tidak pernah disampaikan,
berbagai untaian kata-kata terhampar,
mengundang tangis dan tawa,
disadarkan bahwa masih ada yang peduli,
disadarkan bahwa aku tidak pernah sendiri

Allah itu Maha Baik,
ketika aku merasa kecil, Dia mengingatkan aku banyak hal bahwa aku tidak sekecil itu
ketika aku merasa sendiri, Dia mendatangkan orang-orang mengingatkan bahwa mereka selalu ada,
ketika aku butuh pelukan, Dia memberikan untaian kata-kata indah melalui orang lain untuk memelukku,
ketika aku butuh tangisan, malam-Nya panjang untuk ditumpahi tangisan

Allah itu Maha Baik.
Allah itu Maha Baik.

ulangtahun tidak lagi spesial,
tapi rasa syukurku terhadap umurku yang telah diberi oleh-Nya, tetap ku ucap didalam hati,

untukku, selamat ulang tahun ya

terimakasih diri sudah bertahan hingga saat ini,
terimakasih diri sering merangkai kata-kata untuk menyemangati diri ini,
terimakasih diri masih bisa terus bangkit, meskipun harus jatuh berkali-kali


Senin, 24 Oktober 2022

untuk hatiku yang selalu dipenuhi kehangatan

bila ada lubang kecil di hatiku, hati kecilku yang baik selalu mencari sejuta cara untuk menutupnya,
dan aku yakin pasti ada sejuta bahkan tak terhingga cara untuk memenuhi hati itu.

sudah berbulan-bulan lalu ada perasaan yang tidak kupahami,
rasanya ingin bercerita kepada seseorang, tapi aku sendiri tidak paham oleh perasaan itu,
setelah aku pahami lebih dalam,
itu adalah sebuah suara kecil dari rasa khawatirku

khawatir akan ada lubang baru yang sebelumnya padahal sudah ditutup dengan hangat,
khawatir 'sesuatu' yang selalu memenuhi hati ini, hilang, bahkan susah dicari, ataupun ditemui,
khawatir dengan segala kekhawatiran yang bahkan belum terjadi.

perlahan aku paham akan apa yang aku takutkan ataupun khawatirkan,
perlahan aku mulai paham semua ini bermula dari mana.

kekhawatiran ini datang ketika aku mendapatkan sebuah kabar bahagia,
salah satu sobat karibku akan menikah dalam waktu dekat,

"tik... aku dilamar"

sebuah kalimat yang sudah kuduga bunyinya sebelum dia berkata,
karena dengan bagaimana dia memanggilku pun, aku bisa mendengarkan kebahagiaannya.

sejuta perasaan yang tidak bisa kuungkapkan,
ataupun aku pahami muncul seketika,
jelas aku ikut bahagia, tapi diluar itu aku bingung,
aku bingung harus melakukan apa.
sikapku beku, dia pun tahu,
aku masih bingung bagaimana bersikap untuk beberapa hari.

untung kamu paham.

diantara kami berempat,
hanya tersisa aku dan dia,
dan setelah dapat kabar bahagia itu, 
bila dia pergi lebih dahulu - berarti setelah ini, hanya aku yang akan sendiri?
hati kecilku yang jahat membisikkan segala kekhawatiran itu.
air mata yang tidak diundang menetes tiba-tiba di pipiku

aku tahu dan aku memahami dengan sejuta perasaanku ini,
bahwa mereka tidak akan pergi,
aku paham,
aku sudah memasuki sebuah fase dimana perasahabatan ini bukan lagi sebuah prioritas utama.

hatiku semakin kalut lagi dari hari ke hari, setelah menyadari bahwa aku sudah di fase ini.
bahkan aku mencari cara bagaimana aku keluar dari ruang kosong sepi ini,

ya, ini adalah sebuah ruang dimana aku pun bingung aku harus melakukan apa.

hari kehari,
bulan ke bulan,
aku bertanya kepada diriku sendiri
akankah aku selalu terjebak disini? 
termakan oleh rasa khawatir yang sungguh menyesakkan ini.

perlahan aku pahami lagi,
ini bukan tentang persahatan dan prioritas utamanya,
bahkan dari dulu prioritas utama adalah diri kita sendiri (dan itu pasti terjadi secara alamiah, kan)
jadi benar kalau ini bukan tentang prioritas utama,
ini adalah tentang sebuah kebutuhan.

aku butuh mereka untuk memenuhi hatiku.

hatiku yang lubang, hatiku yang luka
akan sembuh dengan sendirinya dan akan penuh karena mereka.

dari banyak hari yang sudah aku lalui hingga hari dimana ia di-sah-kan,
begitu banyak orang yang menasehatiku tanpa sadar,
aku seperti selalu diingatkan,
aku seperti disayang-sayang oleh Allah-ku dengan perantara kata-kata indah mereka.

"persahabatan kita harus bertumbuh", kata hati kecilku.

"tidak ada yang tetap selamanya", kata seseorang yang menenangkan hatiku.

"kamu tidak akan sendiri tik, kita selalu ada kok", kata seorang sahabat yang lain.

"masa ini pasti akan datang tik", lanjut seorang sahabatku yang baru saja dilamar.

jadi bila tidak ada sesuatu yang selamanya,
bagiku yang terpenting adalah hati kita sendiri.

aku percaya kepada sebuah ketulusan,
tulus artinya tanpa pamrih,

aku tulus menyayangi mereka dengan segenap luasnya hatiku,
aku tulus menyayangi mereka dengan memberikan waktuku,
aku tulus tanpa pamrih.

setelah dirasakan, bila kita memberika ketulusan,
aku percaya,
ketulusan itu akan kembali dengan sendirinya,
entah itu dari orang yang kita sayangi itu sendiri,
atau dari kebahagiaan lain yang Allah beri.

akhirnya fase ini datang,
aku yang ditakdirkan diantara kita berempat untuk menjadi yang terakhir,
karena Allah paling paham,
bahwa aku bisa melalui ini,
bahwa aku memiliki hati paling kuat untuk mengatasi kekhawatiran yang menyesakkan itu.
dan aku semakin yakin bahwa aku bisa melalui ini.

tidak ada kata yang setara dengan rasa sayangku ke mereka,

doaku selalu,
semoga kita selamanya,
hingga bertemu di surga Allah
aamiin.

sayangku tulus untuk kalian semua,
hatiku yang lubang dan kadang terluka,
selalu kalian tutup pelan-pelan hingga terasa penuh dan hangat.

sayangku ini semoga akan selalu ada,
dan semoga Allah selalu memudahkan setiap waktu kita untuk tetap bertemu dan bertukar cerita,

dari si aku yang paling cengeng,

untuk kalian yang selalu memenuhi hatiku


Jumat, 01 Juli 2022

Bali Si Penyimpan Kenangan



Hari ini adalah hari terakhirku di Bali,

Berkali-kali ke Bali,
tak pernah ada cerita yang sama,
tak pernah ada kata bosan meskipun ke tempat yang sama.

Bila kata orang-orang sebuah tempat sebagai penyimpan memori,
aku setuju. 

Bali sudah menyimpan berjuta kenangan orang-orang,
Bali sudah terbiasa dengan orang datang dan pergi,
Bali pun sudah terbiasa menerima kenangan-kenangan baru tiap individu. 

Hari ini, hari terakhir.
Begitu banyak perasaan yang tidak bisa di ungkapkan,
Begitu banyak kata yang bahkan tidak bisa di tuliskan,
Bahkan ada perasaan yang tidak bisa kupahami sendiri,
Yang terpenting, tak ada sedetik pun aku tidak bahagia disini. 

Mengukir kenangan tanpa ragu,
Menghiasi jalan dengan tawa, 
Tapi tak lupa bahwa tangis juga sebagian dari kenangan indah. 

Ini adalah cerita kita. 
Cerita ini tentang kalian dan aku.
Mari kita melangkah lagi tanpa ragu,
Dengan berbagai kenangan baru,
Tawa baru dan tangisan haru bahagia. 

Aku bahagia dan penuh syukur bahwa kalian ada dari bagian hidupku. 


dari aku, Atikah
Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF