Selasa, 09 September 2025
pupuk-pupuk cinta yang kutanam
Kamis, 12 Desember 2024
pelipur lara
aku percaya setiap perkataan seseorang, setiap video yang tidak sengaja aku lihat, dan segala hal yang terjadi dalam hidup adalah bentuk komunikasi sederhana yang mudah kita pahami dari Sang Rabb.
tidak jarang banyak kata-kata penghibur yang datang ke hidupku, tiba-tiba saja ada yang menepuk dan merangkul pundakku melalui kata-kata itu.
menurutku itu pelukan Sang Rabb.
pagi tadi tidak sengaja aku lihat instastory seseorang yang mengisahkan bahwa dia merasa seperti disitu-situ saja, merasa tidak bertumbuh dengan tersirat, dan menyampaikan bahwa dia sering lupa mengapresiasi dirinya sendiri.
aku diam sejenak.
karena bagiku dia bertumbuh luar biasa.
hatiku digerakkan untuk menanggapinya dan menyampaikan bahwa dia yang aku lihat sebegitu hebatnya, sebegitu luar biasanya.
tak lama kemudian dia menghapus instastorynya dan menanggapiku, dia menangis terharu.
kubalas lagi, kusampaikan detailnya supaya dia tersadar betapa mengagumkannya dia.
“kadang karena kita terlalu fokus sama sesuatu, jadi gak sadar kalau ternyata diri kita udah bertumbuh banyak. Coba kita recall memory ke belakang, apa yg dulu belum bisa kamu lakukan terus sekarang bisa, pasti banyak banget.
Kalau aku ngeliat kamu, kamu hebat banget dalam berbagai hal dibanding dirimu pas yg aku kenal waktu kuliah dulu atau agak jauh dikit waktu sma, dan sungguh aku kagum pol sama kamu 🫶🏻”, ucapku kepadanya.
ia terharu dan menangis tersedu-sedu, berterimakasih atas kata-kataku, mungkin ada pengaruh hormon juga, aku pun terharu.
Allah Yang Menggerakkan hatiku dan jariku.
———
pelipur lara.
ia yang sedang menyampaikan kesedihannya yang mendalam dan Allah menggerakkan hatiku untuk menanggapinya.
menyembuhkan lukanya dan menyadarkan dirinya bahwa dia hebat sekali.
untuk bertumbuh bisa berbagai mana bentuknya.
entah tulisan ini apakah berguna untuk diriku nanti atau tidak, tapi yang jelas hatiku ikut lega bahwa ternyata kata-kata sederhana ini bisa menjadi pelipur lara.
Allah itu Maha Baik memberikan “penghiburan” kepada hamba-Nya lewat banyak jalur, cuma kadang kita aja yang kurang peka.
———
seperti yang aku bilang di awal paragraf bahwa setiap detil dalam kehidupan kita itu adalah bentuk komunikasi kita dengan Sang Rabb.
Selasa, 13 Agustus 2024
menyadari berbagai emosi yang kita miliki
aku marah, aku kesal, dan aku kecewa.
segala perasaan itu aku terima, aku rasakan, tanpa menyuruh perasaan itu segera pergi karena aku memang memiliki emosi.
Menurutku, marah, kesal, kecewa, dan berbagai perasaan sedih lainnya itu tak apa. Tidak setiap saat kita harus bahagia, tidak setiap saat kita harus menempis rasa kecewa.
Terima, rasakan, dan bagaimana kita harus keluar dari perasaan ini? itu solusinya.
Aku menyadari di tanggal-tanggal tertentu akan ada perasaan yang begitu sensitif yang membuatku gampang menangis, tak apa.
Kembali lagi ke kata-kata ajaib yang aku pegang selalu,
Allah selalu memberikan cobaan kepada hamba-Nya sesuai kemampuannya, cobaan berbagai kacaunya perasaan ini, kamu pasti bisa melaluinya.
Jangan lupa istighfar.
Senin, 15 Juli 2024
Akselerasi
Bagiku patah hati adalah jalur akselerasi. Patah hati itu proses kita terjatuh untuk bangkit dan menjadi lebih baik.
kenapa aku menyebutnya akselerasi?
karena patah hati adalah jalan pintasmu untuk menjadi manusia yang lebih baik, mau tidak mau. Kamu berusaha untuk bangkit lewat berbagai jalan, setidaknya kamu sering menyemangati dirimu sendiri.
patah hati seperti jalan pintas yang ditunjukkan Allah untuk menemukan perjalanan spiritualmu, secara naluriah kamu akan lebih mendekat lagi dengan Allah.
Karena kalau dipikir, bila tidak ada jalur patah hati di tiga tahun terakhir ini, mungkin aku masih di fase “tidak berserah sepenuhnya”.
Dengan patah hati aku tersadar bahwa campur tangan-Nya itu adalah segala-galanya dan “percaya” terhadap setiap takdir-Nya membawa perasaan tenang yang luar biasa tidak bisa dijelaskan.
Rasa pasrah ini menyadarkanku bahwa aku hanyalah seorang hamba yang selalu butuh Allah kapanpun itu.
Awalnya mungkin sulit, tapi Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk memberikan sinar yang terang disetiap jalanku dan menuntunku dengan kasih sayang-Nya tanpa batas.
Senin, 01 Juli 2024
pasrahkan
Pasrahkan.
“pasrahkan, serahkan semuanya kepada Sang Khaliq”, kataku dalam hati berkali-kali.
“aku tidak mau memaksa, rasanya aku hanya ingin terus meminta”, kataku lagi.
“tapi serahkan ya, minta yang terbaik. Sang Pemilik Semesta inilah yang paling tahu apa yang baik untukmu”, lanjutku.
kupasrahkan segalanya, rasanya aku sudah tak punya energi untuk khawatir lagi.
apa yang kau khawatirkan semuanya akan terlalui sama saja, berusaha untuk berpikir sederhana dan menyerahkan kepada Sang Khaliq.
tenang, kamu tak pernah sendiri.
Sang Pemilik Semesta kasih sayangnya begitu luas, Dia tak akan pernah meninggalkanmu sendiri.
sabar ya.
Kamis, 13 Juni 2024
semua lebih mudah ketika kita berpasrah
"Aku sudah berusaha sedemikian rupa, tugasku sebagai seorang hamba, aku pun sudah berdoa dan meminta, sisanya semuanya kuserahkan pada Allah. Allah Tahu Yang Terbaik, tak ada takdir buruk, bila dirasa takdir itu sakit dan menyedihkan karena aku melihat dari kacamata manusia. Ingat untuk selalu sabar dan shalat.
Allah Tahu Masa Depan, sedangkan kamu tidak tahu apa-apa. Tak ada usaha yang sia-sia, pasti ada makna, cuma jalannya butuh naik turun. Pasrahkan semuanya setelah kamu berusaha dan berdoa. Insya Allah semua baik"
Minggu, 02 Juni 2024
bertumbuh
Selasa, 13 Februari 2024
menerima dan menyadari
berhasil keluar zona nyaman,
dulu mana mau aku keluar bahkan menginap sama orang yang baru aja kenal?
dulu mana mau aku keluar kalau gak begitu akrab?
setelah kurenungi kuncinya cuma satu:
“menerima diri kita sendiri”
menerima seperti apa?
menerima kalau kita butuh waktu untuk tidak bicara,
menerima kalau ada waktu menjadi pendengar dan menjadi pembicara,
menerima segalanya yang ada pada diri kita,
karena ketika kita sudah menerima diri kita sendiri,
orang lain pun akan berusaha masuk dan menerima diri kita,
setidaknya ketika kita ada sisi mereka.
menerima diri kita tidak dituntut untuk apa-apa,
menerima diri kita bahwa tidak perlu disukai semua orang,
menerima diri kita bebas dinilai,
mau tidak mau,
dan biarkan mereka menilai,
tidak perlu dipikirkan.
sejak pemikiran itu datang dipikiranku dan meresap dalam.
aku tenang.
:)
benar atau salah, aku mau mengucapkan
selamat naik ke tangga selanjutnya atikah
semoga semakin dewasa ya dan terus berusaha menjadi the best version of yourself :)


