Tampilkan postingan dengan label Racikan Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Racikan Kata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2022

malam dua tahun lalu

malam itu,

aku berpikir apakah lebih baik bertahan atau pergi?

malam itu,

aku berpikir apakah lebih baik pergi diam-diam atau dengan tangisan?

malam itu,

aku berpikir apakah lebih baik pergi dengan senyuman atau dengan sejuta pertanyaan?


sudah pukul 23.00

sedikit lagi tanggal sudah berganti,

ada yang bilang bila aku pergi dengan senyuman,

ia pasti tidak akan kembali,

itu hal baik, sepertinya.

tapi aku memilih untuk pergi dengan sejuta pertanyaan,

karena bagiku,

segala diam itu juga jawaban,

kata singkat itu juga jawaban,

perubahan sikap itu juga jawaban,

jadi aku putuskan

untuk pergi dan tidak kembali.


aku mudah menangis,

tapi untuk urusan ini,

aku sudah tidak pernah menangis (lagi),

entah kenapa.


omong-omong aku sedang bercerita tentang perasaanku dua tahun lalu,

hari ini,

aku sudah tidak merasakan apapun seperti yang aku tulis hari ini.

Jumat, 08 April 2022

Tentang Mimpi

Waktu muda rasanya begitu mudah berkata tentang mimpi, rasanya begitu mudah menyebut berbagai mimpi tentang ini dan itu. 

Semakin dewasa, aku berpikir dan merenung, sebenarnya apa mimpiku? Apa yang sebenarnya aku kejar?

Rutinitas setiap hari yang selalu sama, bertemu dengan orang-orang yang sama, permasalahan baru di setiap hari, dan kadang pelajaran baru setiap hari. 

Jujur, membosankan.

Mimpi?

Sepertinya dulu rasanya tidak seperti ini, memiliki sejuta keinginan yang tidak pernah ada habisnya, bahkan untuk mimpi-mimpi yang tidak bisa di gapai tetap aku masukkan di list mimpi-mimpiku. 

Meskipun dahulu aku sempat berpikir, bahwa menaruh mimpi itu di langit-langit kamar saja, biar mudah di gapai. Tapi ternyata kata itu tidak tepat untuk diriku, karena bila mimpi di letak setinggi-tingginya pasti tetap ada banyak cara untuk sampai kesana, bila di letakkan di langit, bisa di gapai dengan pesawat kan?

Ada apa dengan mimpi?

Ataukah karena aku sudah memperluas pengertian mimpi, bukan sekedar sebuah cita-cita anak SMA yang ketika ada yang tanya, “kamu ingin jadi apa?” — karena ternyata hidup ini tidak selalu seperti yang kita inginkan, semuanya bisa berubah seketika tanpa ada peringatan atau kata permisi dahulu.

Kau ingin jadi ini dan itu, tapi apakah takdir berkata seperti itu?

Kita seperti berjalan di sebuah garis yang sudah di takdirkan, meskipun kita tidak tahu dimana kita berjalan, kita selalu tetap berusaha dan bermimpi, tapi sekarang apa mimpimu?

Tulisan ini seperti pesimis tentang banyak hal, tapi sesungguhnya bukan, tulisan ini tentang kebingungkan tetang apa mimpiku sekarang?

Kutanyai setiap hari diri ini, sebenarnya apa yang kamu ingini?

Apa yang sedang kau kejar?

dan untuk saat ini apa mimpimu?

Sudahkah kau lupa? Kau punya kertas-kertas mimpi yang sudah kamu diamkan beberapa tahun ini.

Oh iya. Pagi ini aku dapat sebuah qoute bagus untuk bisa kita renungi apabila kita sudah mencapai mimpi kita,

“Ketika kamu sudah mencapai sebuah “puncak” gunung, hal itu adalah sebuah “dasar” gunung untuk langkah kamu selanjutnya. Jadi jangan pernah berhenti berusaha.”

Tetaplah bermimpi, Atikah. Buatlah mimpi-mimpi barumu agar hidupmu tidak membosankan. 

Tetaplah berjalan, meskipun belum yakin.

Bila belum yakin, yakinkan dirimu. 


Jumat, 23 November 2018



Sering kali yang tidak pernah terucapkan adalah yang (seharusnya) paling nyaring terdengar. Terkadang yang paling tidak nampak adalah yang (seharusnya) disampaikan. Lalu, apa yang harus saya lakukan? :)


Rabu, 12 September 2018

Semuanya Ada Fasenya Masing-Masing

"semua ada fasenya" 

Iya. Aku setuju dengan kata-kata itu. Semua ada masanya, semuanya ada fasenya, dijalani aja.

Ini pendapatku pribadi sih karena untuk berada di posisi 'di jaman enak' kita pasti akan melalui fase-fase sulit. Mudahnya, sebagai pelajar seumur hidup kita tahu ini dan itu tidak langsung sulapan kan? pasti ada prosesnya :)

Entah proses itu dengan cara apapun.

Bagiku, setiap manusia memiliki prosesnya masing-masing untuk menjadi 'seseorang' karena kemampuan untuk menghadapi sebuah cobaan pasti beda-beda. Aku selalu berusaha menghargai proses orang lain (insya allah) karena aku tahu, sebuah proses itu memang agak sulit, meskipun sulit atau mudah itu relatif, tapi aku selalu meyakini semuanya ada prosesnya dan semuanya tidak ada yang sia-sia, jika kamu belum menemukan hikmahnya sekarang, mungkin nanti.

satu lagi, 

"Jangan pernah remehkan siapapun dan kapanpun karena kamu tidak pernah tahu di masa yang akan datang seberapa besar seseorang itu berpengaruh terhadap kehidupanmu" :)

belajar menghargai satu sama lain ya, teman :) #mengingatkandirisendirijuga 


Jumat, 22 Juni 2018



"Ketika mundur menjadi sebuah pilihan yang terlalu jauh untuk dipilih karena sudah terlanjur terlalu jauh maju. Lalu, mana yang harus kita pilih?"

Rabu, 21 Maret 2018

Teruntuk Sang Pelangi

Katanya pelangi akan datang setelah hujan,
Bila katanya akan selalu menjadi katanya,
Bolehkan aku memastikan?

Apakah dia adalah pelangi yang datang setelah hujan?


Dari


Wanita Penikmat Petricor
di musim hujan yang akan segera usai

Sabtu, 10 Februari 2018



"Nikmati apa yang ada saat ini, usahakan apa yang bisa kamu usahakan, lakukan apa yang ingin kamu lakukan dengan sepenuh hati. Karena mungkin suatu saat, masa-masa ini adalah masa-masa yang akan kita rindukan. Kita tidak pernah tahu" - Aku, 2018


Iya kan? :)

Kamis, 28 Desember 2017




Ketika menyayangi memiliki tanggung jawab untuk menyimpan rasa rindu, kita hanya bisa menunggu kapan akan bertemu (lagi)


Selasa, 19 Desember 2017

Belajar Mendengarkan

Mendengarkan itu lebih sulit daripada berbicara, contoh kecilnya adalah ketika ada seseorang didepan berbicara, tidak sedikit orang tetap berbicara sendiri di belakang, kan? Memang, kita juga butuh berpendapat dan menanggapi, tetapi kita harus tahu waktu "kapan kita harus mendengarkan dan kapan kita harus berbicara".

Rasanya tidak enak kan kalau berbicara tapi tidak didengarkan? Jadi kita harus memperlakukan orang lain seperti kita ingin di perlakukan.

"dengarkanlah dahulu dan ketika sudah waktunya berbicaralah"

Memberi kesempatan berbicara kepada orang lain, bisa saja membuat orang itu bahagia. Membuatnya merasa didengarkan juga membuatnya bahagia.
Begitupun juga dengan kita, enak kan kalo didengarkan dengan seksama?

Selamat Pagi!

Senin, 18 Desember 2017

Salam dari 18 September 2017

Hei permenkaret,

Kamu dapat salam dari 18 September 2017

“Allah selalu punya cara untukmu belajar tentang kehidupan.  Jangan pernah lelah berjuang.”

Apapun yang terjadi sekarang, sekalipun kamu belum mengerti maknanya, tetap jalani dengan hatimu dan menggunakan otakmu. 

Selasa, 28 November 2017

Sandiwara

Sore ini hujan tanpa perasaan,
dia tidak datang,
lupa pengharapan,
mengabaikan janji,
menaburkan suara-suara manis

Sepi tapi tidak sendiri,
sendiri tapi bersuara,
membisu tak pernah dosa,
ruang "itu" harus dihargai,
namun tidak selamanya membisu,
hanya butuh waktu

Seperti memiliki dua pribadi,
tapi bukan itu maksudnya,
hanya saja zona nyaman membuat semuanya berbeda,
mencari jati diri tak pernah henti,
entah sampai kapan

Senin, 02 Oktober 2017



Menghargai kenangan untuk tertawa karenanya, entah karena mengingat betapa bodohnya atau betapa bahagianya.

Rabu, 24 Mei 2017


Dalam hidup kamu akan mendapatkan banyak hal yang tak terduga,
Tenang.
Allah sedang membantumu membuat kerangka berpikir dan akar-akar yang indah di dalam otakmu.
Indah bukan?

Selasa, 11 April 2017



"Menjadi pemilih itu tidak dosa karena untuk menjadi baik pun, kita juga memilih" 

-Aku

Sabtu, 18 Februari 2017

Pecinta Pagi Hari

Aku mengagumi bagaimana matahari menunjukkan cintanya kepada bumi,
Sang Matahari selalu tepat waktu dan selalu datang,
dan dia tak seperti hujan,
yang kadang datang dan kadang pergi.

Matahari yang begitu setia kepada bumi,
memberikan kehangatan tubuhnya kepada bumi,
memberikan cahaya terangnya kepada bumi yang gelap semalam,
memberikan ketepatan waktunya setiap hari.

tanpa diberitahu,
aku tahu bagaimana matahari begitu mencintai bumi

semoga matahari-kita segera menerangi gelap-kita semalam ya.

itulah kenapa pagi hari begitu menyejukkan,
karena kita merasakan kekuatan cinta matahari kepada bumi.



Salam Hangat


Pecinta Pagi Hari

Kamis, 16 Februari 2017



"Berbuat baik adalah ketulusan, panggilan dari hati tanpa peduli tentang kerelatifan" - Aku

No matter what they say. Just do it with your heart and keep be kind. 

Jadi. Lakukan kebaikan itu dari hatimu, mau orang bilang apa kek terserah. Karena kebaikan itu untuk kesehatan hati dan lingkunganmu.

Lingkungan?

Iya.

Karena kebaikanmu menentukan siapa saja orang yang akan ada di sekitarmu. Sebuah kebaikan pasti akan membawa kebaikan lainnya. Just be kind.

#NoteToMySelf
#MasihBelajar

Rabu, 08 Februari 2017

Pluviophile

(n) a lover of rain; someone who finds joy and peace of mind during rainy days

Seperti seseorang pluviophile yang menantikan hujan,
menunggu petrichor merasuki lubang-lubang hidung mereka,
tenggelam dalam ketenangan,
menikmati suara rintik hujan.

Hujan itu sang penyimpan memori,
setiap butir-butir yang jatuh ke bumi menyimpan satu kenangan untuk setiap orang,
bagaimana si hujan menyimpan memori-memori itu dengan kuat,
mempertahankan kenangan agar tidak keluar dari ruang butiran air.

siapa yang tidak menyukainya? siapa yang akan menyia-nyiakannya?

seorang pluviophile bukan seseorang yang tenggelam dalam kenangan,
ia menghargai setiap kenangan yang disimpan oleh butir hujan,
tapi lucunya butir hujan tidak hanya membawa butir kenangan,
sekarang ia membawa butir-butir pesan juga,

butir-butir pesan yang memiliki sebuah ritme,
ritme kehidupan,
ritme yang menyejukkan,
ritme yang diberikan secara sengaja,
ritme yang tidak pernah membosankan.

Menikmati ritme yang (mungkin) sengaja diberikan perlahan, tetap menyenangkan.
karena mungkin saja kan, ritme ini adalah ritme terakhir yang Kau berikan sebagai petunjuk sebuah 'lagu' kebahagiaan.

Hujan, bisa jadi sebuah petunjuk ritme 'kehidupan' di masa depan.


Rabu, 01 Februari 2017

Rindu Rumah

Aku suka awan, sama seperti aku menyukai langit
Aku suka awan, sama seperti aku menyukai bau hujan,
Aku suka awan, entah dia mendung atau putih terang benderang.

Aku suka awan yang menyimpan warna-warna itu,
Warna-warna cantik yang menyelimuti keindahan langit,
Warna-warna yang melambangkan akan selalu ada yang baru untuk setiap harinya,
Warna-warna yang tak pernah bosan menjelaskan betapa indahnya ciptaan-Nya.

Mereka tetaplah awan dan langit,
Mereka tetaplah setumpuk kapas empuk dan hamparan biru yang sangat luas,
Tetapi langit tak pernah memberikan warna yang sama setiap harinya,
Seperti halnya soal rasa, 
Rasa cinta kepada keluargamu tidak akan pernah berubah, 
Rasa itu tetap namanya cinta,
Tetapi kamu akan selalu merasakan jatuh cinta yang berbeda setiap harinya. Indah, bukan?

Keluarga, satu kata yang sempurna mendefinisikan cinta sesungguhnya, setelah Allah dan Rasul-Nya.

Keluarga, tempat kembali pulang untuk melupakan lelah. #RinduRumah

Oh. Hai febuari, semoga bulan ini penuh kenahagiaan ya 💕

Senin, 30 Januari 2017


"Kepercayaan itu seperti segelas air putih, sekali ia diberikan pewarna, dia akan berubah selamanya, tanpa toleransi"

Sabtu, 28 Januari 2017



"Biarkanlah aku melayani hati kecilku, karena aku takut dia akan marah padaku, dan tidak mau memberitahuku lagi mana yang benar, mana yang salah"


Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF