Senin, 01 Agustus 2022

semua akan baik-baik saja

kadang ada hal-hal yang tidak bisa dipahami saat ini, 
kadang ada banyak perasaan yang tidak bisa dijelaskan,
kadang pula diri ini tidak memahami dirinya sendiri,
kadang semua itu terjadi ketika kita merasakan untuk pertama kali.

setiap pengalaman yang hadir di dunia ini adalah yang pertama kali,
diri ini lahir di dunia, menangis, tertawa, melihat banyak hal,
semuanya juga di lalui dengan pertama kali, kan?
sabar, semua akan melalui hal ini dengan merasakan pertama kalinya.

ketika mengalami sesuatu yang baru,
aku selalu membisikkan kepada hati kecilku, 

"hei banyak orang yang sudah berhasil memalui ini, kamu bisa kan? mereka saja bisa"

seketika rasa percaya diriku, bangkit, sedikit, meskipun sedikit, setidaknya diriku sudah lebih baik.
memaksakan rasa berani, menyingkirkan rasa takut, memahami diri yang berlagak berani ini.

kali ini, aku sedang sibuk mengajarkan diriku,
untuk bersabar mendapatkan jawaban dari segala pertanyaan,
untuk bersabar dari waktu tunggu dengan melakukan banyak hal lain,
sabarlah suatu saat pasti jawaban itu akan datang,
sabarlah suatu saat pasti hikmah itu akan terasa,
sabarlah, semua akan baik-baik saja.

Jumat, 01 Juli 2022

Bali Si Penyimpan Kenangan



Hari ini adalah hari terakhirku di Bali,

Berkali-kali ke Bali,
tak pernah ada cerita yang sama,
tak pernah ada kata bosan meskipun ke tempat yang sama.

Bila kata orang-orang sebuah tempat sebagai penyimpan memori,
aku setuju. 

Bali sudah menyimpan berjuta kenangan orang-orang,
Bali sudah terbiasa dengan orang datang dan pergi,
Bali pun sudah terbiasa menerima kenangan-kenangan baru tiap individu. 

Hari ini, hari terakhir.
Begitu banyak perasaan yang tidak bisa di ungkapkan,
Begitu banyak kata yang bahkan tidak bisa di tuliskan,
Bahkan ada perasaan yang tidak bisa kupahami sendiri,
Yang terpenting, tak ada sedetik pun aku tidak bahagia disini. 

Mengukir kenangan tanpa ragu,
Menghiasi jalan dengan tawa, 
Tapi tak lupa bahwa tangis juga sebagian dari kenangan indah. 

Ini adalah cerita kita. 
Cerita ini tentang kalian dan aku.
Mari kita melangkah lagi tanpa ragu,
Dengan berbagai kenangan baru,
Tawa baru dan tangisan haru bahagia. 

Aku bahagia dan penuh syukur bahwa kalian ada dari bagian hidupku. 


dari aku, Atikah

Senin, 30 Mei 2022

Ini Tentang Memberi

Aku suka kejutan. 

Entah kenapa itu adalah hal yang paling menyenangkan. Karena perasaan terkejut tidak bisa di dapat begitu saja. 

Maka dari itu aku suka memberi kejutan karena aku mengingat rasa terkejut itu dan rasa bahagia itu. Tidak berharap bahwa di momen itu mendapatkan sesuatu secara tiba-tiba dan kebahagiaan yang tidak di harapkan itu membuat bahagia berlipat ganda.

Aku bukan tipe orang yang memberi seseorang sebuah kado di hari ulangtahun mereka. Coba saja tanya orang terdekatku, mungkin mereka bisa menyebutkan kado mana yang aku beri di ulangtahunnya, jarang sekali.

Bukannya tidak mau memberikan sesuatu di hari bahagia mereka. Tapi memberi adalah perkara perasaan. 

Aku akan memberi ketika perasaanku utuh ingin memberi, tak peduli kapan. Yang penting perasaanku utuh untuk memberi, tidak harus di hari ulangtahun mereka.

Aku ingin memberi kejutan ketika mereka tidak tahu kapan hal mengejutkan itu datang. 

Aku suka perasaan penuhku ketika ingin memberi seseorang di momen yang tepat. Pastinya, momen tepat itu tidak harus di hari ulangtahunnya. 

Karena di hari random atau di suatu suasana, seseorang lebih membutuhkan hal mengejutkan itu untuk membuat hatinya bahagia tiba-tiba. 

Tidak ada alasan lain. Tidak ada benar atau salah dalam memberi ataupun menerima.

Sabtu, 30 April 2022


aku sedang melakukan hal baru dalam hidupku,

menulis dan membuat lagu!

hal ini seru, cukup sulit!

namun rasanya seperti menggali dan terus menggali,

penasaran dengan segala nada spontan yang keluar dari otak,

dan segala kata-kata yang tersusun tiba-tiba.

semoga hal ini baik!


malam dua tahun lalu

malam itu,

aku berpikir apakah lebih baik bertahan atau pergi?

malam itu,

aku berpikir apakah lebih baik pergi diam-diam atau dengan tangisan?

malam itu,

aku berpikir apakah lebih baik pergi dengan senyuman atau dengan sejuta pertanyaan?


sudah pukul 23.00

sedikit lagi tanggal sudah berganti,

ada yang bilang bila aku pergi dengan senyuman,

ia pasti tidak akan kembali,

itu hal baik, sepertinya.

tapi aku memilih untuk pergi dengan sejuta pertanyaan,

karena bagiku,

segala diam itu juga jawaban,

kata singkat itu juga jawaban,

perubahan sikap itu juga jawaban,

jadi aku putuskan

untuk pergi dan tidak kembali.


aku mudah menangis,

tapi untuk urusan ini,

aku sudah tidak pernah menangis (lagi),

entah kenapa.


omong-omong aku sedang bercerita tentang perasaanku dua tahun lalu,

hari ini,

aku sudah tidak merasakan apapun seperti yang aku tulis hari ini.

Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF