Kadang terasa tak adil,
Jika indra penciuman tetap mengingat bagaimana aroma dari parfum-mu,
Jika indra pendengar tetap mengingat bagaimana suaramu,
Jika indra penglihatan tetap mengingat bagaimana melihat dirimu meskipun dari jauh,
Kadang terasa tak adil,
Jika jantung selalu berkerjasama dengan pelafalan kata,
Jika jantung selalu berkerjasama dengan sikap,
Jika jantung selalu berkerjasama dengan mata,
Aku tidak bisa melafalkan kata dengan baik,
Aku tidak bisa bersikap biasa saja,
Aku tidak bisa melihat ke arah matamu,
Aku tidak bisa jika didepanmu,
semua karena jantungku berdegup terlalu cepat dari biasanya,
karena kamu.
lagi-lagi kamu.
Kadang juga terasa tak adil,
Jika hanya aku yang diam terpaku,
Jika hanya aku yang tidak bisa menjadi diriku jika didepanmu,
dan Jika hanya aku yang tak dapat menyapamu.
Aku tak tahu sampai kapan,
tapi aku sudah lelah,
aku buang ketidakadilan itu di pemikiranku,
semua karena aku,
bukan karena kamu,
Iya.
Aku yang membuat ketidakadilan itu.
Jadi izinkan aku membuangnya untuk yang terakhir kali,
tanpa mengambilnya kembali.
Izinkan keadilan pulang ke tempat dimana dia harus pulang bersama keikhlasan.
Senin, 23 Mei 2016
Rabu, 04 Mei 2016
Sabtu, 30 April 2016
Steril, I love You (Part 2)
*wait sebelumnya, play Ipang - Sahabat Kecil atau Bluestone alley, deh* biar lebih dapet hhahaha.
Akhirnya perjuangan kita dari tahun lalu dapet jawaban hari ini. Diawali dengan mules, kemudian tertawa bahagia, dan senyum tanpa henti malem ini. Kan?
Buat nginget semua, diawali dari senyuman pak sugik dan mata merem-nya yang khas yang selalu membuat kita tertawa tiap hari, kesabaran-nya pak sugik dari kelemotan kita, dan peka-nya pak sugik disaat kita acting pura-pura tahu jawabannya, pura-pura nunduk. Oh iya, gak lupa pekanya pak sugik waktu Niken kipas-kipas kepanasan di rumah pak Sugik, dan langsung dikasih kipas angin kesayangan pak Sugik :)
Sabarnya bu Arin yang tulus banget, selalu sabar ngerevisi skripsi kita, setia bimbing kita meskipun bu arin seharusnya gak ada kewajiban untuk bimbing kita.
Pak Gik, Bu Arin. the best dospem, EVER!
Semuanya seperti ke-flashback tiba-tiba. ehehehe.
Dinginnya ruang LAFC, sampe kita kedinginan, anti kepanasan yang endel, huruf L khas steril, semuanyaa, hahaha. Ketiduran di HPLC, bikin media lesehan di lantai, sampe delivery es gabus yang sebenernya itu gak penting. wkwkwk!
Akhirnya perjuangan kita dari tahun lalu dapet jawaban hari ini. Diawali dengan mules, kemudian tertawa bahagia, dan senyum tanpa henti malem ini. Kan?
Buat nginget semua, diawali dari senyuman pak sugik dan mata merem-nya yang khas yang selalu membuat kita tertawa tiap hari, kesabaran-nya pak sugik dari kelemotan kita, dan peka-nya pak sugik disaat kita acting pura-pura tahu jawabannya, pura-pura nunduk. Oh iya, gak lupa pekanya pak sugik waktu Niken kipas-kipas kepanasan di rumah pak Sugik, dan langsung dikasih kipas angin kesayangan pak Sugik :)
Sabarnya bu Arin yang tulus banget, selalu sabar ngerevisi skripsi kita, setia bimbing kita meskipun bu arin seharusnya gak ada kewajiban untuk bimbing kita.
Pak Gik, Bu Arin. the best dospem, EVER!
Semuanya seperti ke-flashback tiba-tiba. ehehehe.
Dinginnya ruang LAFC, sampe kita kedinginan, anti kepanasan yang endel, huruf L khas steril, semuanyaa, hahaha. Ketiduran di HPLC, bikin media lesehan di lantai, sampe delivery es gabus yang sebenernya itu gak penting. wkwkwk!
klik readmore guys!
Labels:
Ceritaku,
Skripsweet,
sweet memories,
Tentang Rasa
Senin, 25 April 2016
Hari ini aku mendapat pelajaran baru, kalau dulu ada yang pernah bilang,
"Jangan pernah mengikuti air yang megalir, karena air yang mengalir selalu kebawah"
tapi sekarang aku dapt jawaban dari salah satu dosenku, Pak Radjaram bilang,
"Air mengalir memang selalu kebawah, jangan ikuti alir air itu, tapi kalian bisa mengubah aliran itu dengan teknologi, dengan ilmu yang sudah kalian punya"
:)
good quote, terimakasih bapak.
Langganan:
Postingan (Atom)
by ANF
