saya orangnya perfectionist, terlalu perfectionist, perasa, pemikir, terlalu memikirkan perasaan ornag lain, ya saya rasa empat sifat yang mendominasi diri saya itu, sudah cukup membuat saya begitu banyak pikiran.
Saya memang orangnya perfectionist, semuanya ingin teroganisir dengan rapih tanpa cacat, semuanya ingin terlihat baik (dan harus benar-benar baik), semua yang saya lakukan harus total, tidak mau setengah-setengah. Tapi hal itulah yang membuat pikiran saya terlalu penuh, membuat semua hal itu dipikirkan dalam satu waktu.
Ingin terlihat perfecto didepan semua orang? No, saya cuma ingin melakukan yang terbaik, sayangnya saya masih bingung sama prioritas. Karena sifat perfectionist saya ini, saya ingin melakukan dengan sebaik-baiknya dalam semua hal, dan ketika hal-hal itu datang bersamaan, saya memikirkan agar sama-sama terbaik, tapi hasilnya? saya jadi pusing sendiri.
Ya, mungkin kalo pusing karena kebanyakan pikiran itu masih bisa dihilangkan dengan menenangkan diri sebentar atau tidur. Tapi ketika ada sesuatu yang mengganjal dihati. apa yang harus saya lakukan?
Karena ingin melakukan segala hal dengan perfecto saya jadi loyo. Oh allah, just please help me. Pikiranku sudah terbagi menjadi subunit-subunit yang begitu banyak :')
Senin, 11 Mei 2015
Jumat, 08 Mei 2015
Senin, 20 April 2015
"Ciee Kamulah kamuku selamanya, cieeee"
"cieee, tulisannya buat siapa ituu"
"ciee"
Kenapa sih? Itu cuma tulisan, iya, cuma sekedar rentetan huruf yang aku tata dikit aja, bahkan malah bisa dibilang masih berantakan.
Ini cuma seni menulis, bisa aja kan yang ditulis isi hati orang lain, bisa aja kan yang ditulisa hasil kesimpulan dari melihat orang sekitar, bisa juga tulisan itu dari hasil baca buku, cerita orang-orang, dan masih banyak sumber inspirasi.
Menulis itu bukan melulu tentang diri kita, menulis itu bagiku seni, jadi aku bisa jadi aku di cerita orang lain, kamu juga bisa jadi aku di ceritaku. That's all up to me. Siapapun tokohnya, bagaimanapun alur ceritanya, atau apapun itu, that's all up to me. Titik.
Minggu, 19 April 2015
Aku Harap Harapanku Tidak Pernah Berhenti Untuk Aku Harapkan
Akhir-akhir ini dia muncul di pikiranku, entah virus apa yang meracuni otak ini, hehe. Gak biasanya karena udah jarang banget kepikiran begini, hehe.
Melihat dia jantungtu udah biasa saja tuh, bahkan kalo melihat dia di depanku rasanya malah pingin pergi aja, menjauh, melengos, intinya lebih baik tidak bertemu aja deh, hehe.
Tapi ada satu hal yang mungkin tidak berubah diantara kami berdua (dari sudut pandangku sih)...
Aku tetap ingin dia tidak berhenti mencintaiku,
meskipun sapa sudah jarang dilontarkan,
meskipun senyum kita sudah jarang dipertemukan,
meskipun aku selalu menghindar,
meskipun aku tidak mengharapkan kehadiranmu,
meskipun aku sudah pergi jauh,
meskipun aku sudah tak lagi merindukanmu,
bahkan meskipun aku sudah menolakmu untuk kembali,
aku tetap ingin melihatmu tidak berhenti mencintaiku,
aku tetap ingin melihatmu berusaha,
aku cuma ingin itu kok, simple kan.
aku cuma ingin melihat sebenarnya cinta itu sungguh adanya gak sih?
mungkin itu yang tidak berubah dari aku kepadamu. Iya. Yang tidak berubah cuma keinginanku aja kok, yang lainya udah entah kemana.
:)
Melihat dia jantungtu udah biasa saja tuh, bahkan kalo melihat dia di depanku rasanya malah pingin pergi aja, menjauh, melengos, intinya lebih baik tidak bertemu aja deh, hehe.
Tapi ada satu hal yang mungkin tidak berubah diantara kami berdua (dari sudut pandangku sih)...
Aku tetap ingin dia tidak berhenti mencintaiku,
meskipun sapa sudah jarang dilontarkan,
meskipun senyum kita sudah jarang dipertemukan,
meskipun aku selalu menghindar,
meskipun aku tidak mengharapkan kehadiranmu,
meskipun aku sudah pergi jauh,
meskipun aku sudah tak lagi merindukanmu,
bahkan meskipun aku sudah menolakmu untuk kembali,
aku tetap ingin melihatmu tidak berhenti mencintaiku,
aku tetap ingin melihatmu berusaha,
aku cuma ingin itu kok, simple kan.
aku cuma ingin melihat sebenarnya cinta itu sungguh adanya gak sih?
mungkin itu yang tidak berubah dari aku kepadamu. Iya. Yang tidak berubah cuma keinginanku aja kok, yang lainya udah entah kemana.
:)
Rabu, 15 April 2015
Dikala aku suntuk, wajahmulah yang muncul dipikiranku. Dikala aku tak bersemangat untuk melakukan berbagai hal, senyummulah yang muncul didepan mata khayalku.
Manusia memang egois, aku juga, jadi aku ingin memilikimu, kamu milikku, pokoknya. Itu sih mauku, tapi aku bisa apa?
Hai pemilik hatiku, bisakah kamu kembalikan hati itu? Aku sudah terlalu lelah berjalan dengan hati yang kosong, tanpa arah, seperti manusia yang tidak bisa jatuh cinta.
Kamu memang indah, tapi keindahan tidak selalu indah jika aku memiliki, keindahan tidak harus dimiliki, mungkin aku cuma bisa menikmati keindahan dirimu dengan melihat ragamu tersenyum tanpa aku.
Hei kamu, pesan pentingku untukmu. Kembalikan hatiku, cepat, sekarang juga!
Manusia memang egois, aku juga, jadi aku ingin memilikimu, kamu milikku, pokoknya. Itu sih mauku, tapi aku bisa apa?
Hai pemilik hatiku, bisakah kamu kembalikan hati itu? Aku sudah terlalu lelah berjalan dengan hati yang kosong, tanpa arah, seperti manusia yang tidak bisa jatuh cinta.
Kamu memang indah, tapi keindahan tidak selalu indah jika aku memiliki, keindahan tidak harus dimiliki, mungkin aku cuma bisa menikmati keindahan dirimu dengan melihat ragamu tersenyum tanpa aku.
Hei kamu, pesan pentingku untukmu. Kembalikan hatiku, cepat, sekarang juga!
Langganan:
Postingan (Atom)
by ANF
