Senin, 20 April 2015

"Ciee Kamulah kamuku selamanya, cieeee"

"cieee, tulisannya buat siapa ituu"

"ciee"

Kenapa sih? Itu cuma tulisan, iya, cuma sekedar rentetan huruf yang aku tata dikit aja, bahkan malah bisa dibilang masih berantakan.

Ini cuma seni menulis, bisa aja kan yang ditulis isi hati orang lain, bisa aja kan yang ditulisa hasil kesimpulan dari melihat orang sekitar, bisa juga tulisan itu dari hasil baca buku, cerita orang-orang, dan masih banyak sumber inspirasi.

Menulis itu bukan melulu tentang diri kita, menulis itu bagiku seni, jadi aku bisa jadi aku di cerita orang lain, kamu juga bisa jadi aku di ceritaku. That's all up to me. Siapapun tokohnya, bagaimanapun alur ceritanya, atau apapun itu, that's all up to me. Titik.

Minggu, 19 April 2015

Aku Harap Harapanku Tidak Pernah Berhenti Untuk Aku Harapkan

Akhir-akhir ini dia muncul di pikiranku, entah virus apa yang meracuni otak ini, hehe. Gak biasanya karena udah jarang banget kepikiran begini, hehe.

Melihat dia jantungtu udah biasa saja tuh, bahkan kalo melihat dia di depanku rasanya malah pingin pergi aja, menjauh, melengos, intinya lebih baik tidak bertemu aja deh, hehe.

Tapi ada satu hal yang mungkin tidak berubah diantara kami berdua (dari sudut pandangku sih)...

Aku tetap ingin dia tidak berhenti mencintaiku,
meskipun sapa sudah jarang dilontarkan,
meskipun senyum kita sudah jarang dipertemukan,
meskipun aku selalu menghindar,
meskipun aku tidak mengharapkan kehadiranmu,
meskipun aku sudah pergi jauh,
meskipun aku sudah tak lagi merindukanmu,
bahkan meskipun aku sudah menolakmu untuk kembali,
aku tetap ingin melihatmu tidak berhenti mencintaiku,
aku tetap ingin melihatmu berusaha,
aku cuma ingin itu kok, simple kan.

aku cuma ingin melihat sebenarnya cinta itu sungguh adanya gak sih?

mungkin itu yang tidak berubah dari aku kepadamu. Iya. Yang tidak berubah cuma keinginanku aja kok, yang lainya udah entah kemana.

:)

Rabu, 15 April 2015

Dikala aku suntuk, wajahmulah yang muncul dipikiranku. Dikala aku tak bersemangat untuk melakukan berbagai hal, senyummulah yang muncul didepan mata khayalku.

Manusia memang egois, aku juga, jadi aku ingin memilikimu, kamu milikku, pokoknya. Itu sih mauku, tapi aku bisa apa?

Hai pemilik hatiku, bisakah kamu kembalikan hati itu? Aku sudah terlalu lelah berjalan dengan hati yang kosong, tanpa arah, seperti manusia yang tidak bisa jatuh cinta.

Kamu memang indah, tapi keindahan tidak selalu indah jika aku memiliki, keindahan tidak harus dimiliki, mungkin aku cuma bisa menikmati keindahan dirimu dengan melihat ragamu tersenyum tanpa aku.

Hei kamu, pesan pentingku untukmu. Kembalikan hatiku, cepat, sekarang juga!

Saya Rindu tapi Saya Takut

Saya rindu jatuh cinta, bagaimana saya bisa tersenyum didepan layar handphone dengan penuh kebahagiaan.

Saya juga rindu bagaimana seseorang bisa membuat saya lebih jatuh cinta dari hari kehari, saya merindukan bagaimana seseorang memandang dengan dalam, saya rindu semua.

Saya rindu jatuh cinta, rindu cara dia berbicara, rindu cara dia menghampiri saya, dan merindukan segala hal yang sudah tidak ada sekarang. Saya rindu, tapi bukan berarti saya ingin jatuh cinta.

Karena jatuh cinta itu memiliki rasa yang berbeda di setiap momennya, hari ini saya merasakan cinta, esok harinya juga, tapi jelas rasanya berbeda.

Jatuh cinta itu bagi saya adalah semangat ketika bangun pagi, ketika melakukan aktivitas, dan entahlah. Saya pun hampir lupa rasanya jatuh cinta.

Awalnya saya pikir dialah orang yang terakhir untuk saya benar-benar cintai, ternyata bukan, iya pokoknya bukan, sepertinya bukan.

Saya rindu jatuh cinta, tapi saya lebih takut untuk patah hati.
Mungkinkah kau rasakan yang sama?
Kau ingin coba sekali lagi, adakah rasa rindu yang sama?
Bisakah kita kembali utuh lagi?

Kudengar angin bisikan namamu, seakan dunia telah setuju.
Bodohnya aku paksakan kau menjauh,
Padahal jelas hanya kau yang aku mau.

Maudy Ayunda - Sekali Lagi

Jika ada seseorang yang melihatmu dari kejauhan, jika ada seseorang yang menyimpan senyum darimu, berarti itu aku.

Jika ada seseorang yang berusaha menjauhimu dengan menghindarimu, jika ada seseorang yang tampak selalu tidak menyukaimu, berarti itu aku orangnya.

Jika ada seseorang yang menuliskan tentangmu, menuliskan segala hal tentangmu, meskipun ragamu sudah tak mungkin untuk digapai, berarti orang itu juga aku.

Jika ada seseorang yang tidak pernah lelah untuk menunggumuu tanpa waktu yang jelas, menunggumu seperti orang bodoh menunggu bus di lorong sempit yang kendaraanpun jarang lewat, berarti orang itu juga aku.

Mungkinkah?

Seseorang itu aku?

Mungkinkah aku sesetia itu menunggumu atau mungkinkah aku seputus asa itu sehingga tak ada lagi celah untukku berpaling darimu?
Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF