Rabu, 12 September 2018

Semuanya Ada Fasenya Masing-Masing

"semua ada fasenya" 

Iya. Aku setuju dengan kata-kata itu. Semua ada masanya, semuanya ada fasenya, dijalani aja.

Ini pendapatku pribadi sih karena untuk berada di posisi 'di jaman enak' kita pasti akan melalui fase-fase sulit. Mudahnya, sebagai pelajar seumur hidup kita tahu ini dan itu tidak langsung sulapan kan? pasti ada prosesnya :)

Entah proses itu dengan cara apapun.

Bagiku, setiap manusia memiliki prosesnya masing-masing untuk menjadi 'seseorang' karena kemampuan untuk menghadapi sebuah cobaan pasti beda-beda. Aku selalu berusaha menghargai proses orang lain (insya allah) karena aku tahu, sebuah proses itu memang agak sulit, meskipun sulit atau mudah itu relatif, tapi aku selalu meyakini semuanya ada prosesnya dan semuanya tidak ada yang sia-sia, jika kamu belum menemukan hikmahnya sekarang, mungkin nanti.

satu lagi, 

"Jangan pernah remehkan siapapun dan kapanpun karena kamu tidak pernah tahu di masa yang akan datang seberapa besar seseorang itu berpengaruh terhadap kehidupanmu" :)

belajar menghargai satu sama lain ya, teman :) #mengingatkandirisendirijuga 


Sabtu, 07 Juli 2018



"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya“

Sebuah kalimat dari firman Allah yang membuat aku selalu bangkit lagi ketika aku akan menyerah, namun kali ini rasanya seperti harus melalui lautan air mata di hati ini sendiri. Masih sanggupkah?


Jumat, 22 Juni 2018



"Ketika mundur menjadi sebuah pilihan yang terlalu jauh untuk dipilih karena sudah terlanjur terlalu jauh maju. Lalu, mana yang harus kita pilih?"

Kebahagiaan Milik Bersama




Mungkin ini bukan kali pertama seorang teman "sold out",
Mungkin ini juga bukan kali pertama aku menghadiri sebuah kondangan.

Beda cerita kali ini.
Seorang sahabatku sudah menikah bersama kekasihnya selama ini (yang sudah bertahun-tahun),
kami berlima berpegian dari Malang, merencenakan dari jauh-jauh hari untuk meliburkan diri dari pekerjaan.

Dua hari memang singkat, namun kebersamaan singkat rasanya merefresh segala kesuntukan,
ditambah lagi seorang sahabatku sedang bahagia setengah mati, hahaha.

Dua hari ini memang sederhana, lawang sewu khas Kota Semarang memang tidak sempat untuk kita kunjungi, namun hati ini sudah bahagia setengah mati, hahaha.



Nad, dari lubuk hatiku yang paling dalam.
Terimakasih sudah menjadi sahabatku selama ini,
dan mempercayai kami menjadi bridesmaid-mu di hari bahagiamu,

Nad, dari lubuk hatiku yang paling dalam,
Aku mengucapkan terimakasih juga sudah memberikan kita ruang untuk berkumpul,
tanpa mengingat berisiknya dunia pekerjaan,
tanpa mengingat bahwa hari esok harus kembali ke realita,
kita bisa bahagia bersama karenamu, di dua hari singkat ini.

Lelah, namun kebahagiaanmu begitu menular ke seluruh aliran darahku.
Senyum-mu, tawa kita semua, mengobati rasa lelah yang sudah sampai ke tulang-tulang,
Pertemuan kita mengobati kesuntukan yang sudah lama terpendam.

Bahagia terus ya nad!
Tunggu kami, menyusul satu-satu dan memberikan ruang lagi untuk kita semua berkumpul lagi.
AAMIIN!







Dari yang selalu menyayangimu



Atikah Nadhifah Fahmi

Kamis, 31 Mei 2018

Berdiri dengan Kakimu Sendiri

Yang perlu kamu ingat, dunia ini sudah tak lagi sama.
Dunia ini berbeda dengan duniamu yang dulu.
Mereka membutuhkan kemandirian,
Mereka menuntut kamu untuk berdiri dengan kakimu sendiri,

Boleh sedikit berharap dengan bantuan tangan, namun jangan terlalu berharap.
Karena jika terlalu berharap, ujungnya pun kecewa.
Apalagi berharap pada manusia.

Semangat ini baru awal dari dunia sebenarnya.
Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF