Jumat, 22 Juni 2018



"Ketika mundur menjadi sebuah pilihan yang terlalu jauh untuk dipilih karena sudah terlanjur terlalu jauh maju. Lalu, mana yang harus kita pilih?"

Kebahagiaan Milik Bersama




Mungkin ini bukan kali pertama seorang teman "sold out",
Mungkin ini juga bukan kali pertama aku menghadiri sebuah kondangan.

Beda cerita kali ini.
Seorang sahabatku sudah menikah bersama kekasihnya selama ini (yang sudah bertahun-tahun),
kami berlima berpegian dari Malang, merencenakan dari jauh-jauh hari untuk meliburkan diri dari pekerjaan.

Dua hari memang singkat, namun kebersamaan singkat rasanya merefresh segala kesuntukan,
ditambah lagi seorang sahabatku sedang bahagia setengah mati, hahaha.

Dua hari ini memang sederhana, lawang sewu khas Kota Semarang memang tidak sempat untuk kita kunjungi, namun hati ini sudah bahagia setengah mati, hahaha.



Nad, dari lubuk hatiku yang paling dalam.
Terimakasih sudah menjadi sahabatku selama ini,
dan mempercayai kami menjadi bridesmaid-mu di hari bahagiamu,

Nad, dari lubuk hatiku yang paling dalam,
Aku mengucapkan terimakasih juga sudah memberikan kita ruang untuk berkumpul,
tanpa mengingat berisiknya dunia pekerjaan,
tanpa mengingat bahwa hari esok harus kembali ke realita,
kita bisa bahagia bersama karenamu, di dua hari singkat ini.

Lelah, namun kebahagiaanmu begitu menular ke seluruh aliran darahku.
Senyum-mu, tawa kita semua, mengobati rasa lelah yang sudah sampai ke tulang-tulang,
Pertemuan kita mengobati kesuntukan yang sudah lama terpendam.

Bahagia terus ya nad!
Tunggu kami, menyusul satu-satu dan memberikan ruang lagi untuk kita semua berkumpul lagi.
AAMIIN!







Dari yang selalu menyayangimu



Atikah Nadhifah Fahmi

Kamis, 31 Mei 2018

Berdiri dengan Kakimu Sendiri

Yang perlu kamu ingat, dunia ini sudah tak lagi sama.
Dunia ini berbeda dengan duniamu yang dulu.
Mereka membutuhkan kemandirian,
Mereka menuntut kamu untuk berdiri dengan kakimu sendiri,

Boleh sedikit berharap dengan bantuan tangan, namun jangan terlalu berharap.
Karena jika terlalu berharap, ujungnya pun kecewa.
Apalagi berharap pada manusia.

Semangat ini baru awal dari dunia sebenarnya.

Rabu, 21 Maret 2018

Percayalah,
pasti ada alasan,
yang aku tahu, jika semuanya selalu di nikmati,
meskipun harus menangis meraung-raung, saat ini
meskipun harus sakit punggung, saat ini
meskipun si otak terus berteriak-teriak lelah setiap hari,
bahkan meskipun seperti hatimu terkikis setiap hari,
nantinya pasti berakhir dengan senyuman.

entah hal itu karena senyum dari kebijakan hatimu,
atau karena semuanya seperti keinginanmu,

Lelah sekarang tak apa, agar selalu menghargai sebuah usaha
Seperti habis waktu sekarang tak apa, agar selalu menghargai setiap pertemuan

Jika hatimu seperti terkikis, lepaskan
meskipun aku tahu, susah ya?
memang

tapi ingat...

senyum itu akan datang, pada akhirnya, di waktu yang tepat.

Sabar ya.

Teruntuk Sang Pelangi

Katanya pelangi akan datang setelah hujan,
Bila katanya akan selalu menjadi katanya,
Bolehkan aku memastikan?

Apakah dia adalah pelangi yang datang setelah hujan?


Dari


Wanita Penikmat Petricor
di musim hujan yang akan segera usai
Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF