Jumat, 10 April 2015

Almost Lover

Ruang antara otak dan hati ternyata memang berbeda, cara merasakan semuanya juga berbeda. menurutku sih.

Aku sekarang tahu apa parameter dari move on, kayanya hehe

Ketika kamu merasa dia sudah tidak di hatimu lagi, tetapi masih dipikiranmu. Sebentar lagi berarti kamu melepaskannya, bukan?
Ingat ketika kamu mulai menyukai seseorang? awalnya kamu memikirkannya bukan? Kemudian baru mulai menggoyahkan hatimu?

Mungkin untuk kembali, kita harus berjalan mundur, mengembalikan semuanya. Pertama kita kembalikan hati, barulah pikiran.

Yah, itu menurutku sih. Entahlah tidak ada keinginan untuk kembali mencintai karena aku lebih takut untuk tersakiti daripada jatuh cinta lagi.

Good Bye my almost lover!

Rabu, 08 April 2015

Surat yang Tak Pernah Terbaca

Kamu.

Kamu itu seperti rumah, membuat aku merasa selalu ingin pulang ketika aku merasa sendu di luar sana.

Kamu juga seperti buku diaryku, membuat aku ingin menceritakan semua keluh kesahku dan bahagiaku.

Kamu juga seperti matahari, membawa cahaya disaat aku merasa terpuruk dalam kegelapan.

Kamu juga seperti kabar bahagia yang selalu membuatku tersenyum ketika kamu hadir.

Kamu juga seperti obat penenangku, membuat aku lebih tenang disaat panik, membuat aku tidak berlebihan dalam mengkhawatirkan sesuatu.

Kadang kamu juga pemicu semangatku, meskipun kadang kamu menyebalkan.

Kamu. Kamu. Kamu.

Meskipun kamu seperti rumah yang membuatku selalu ingin pulang, aku tidak bisa pulang ke rumah  karena rumah itu kamu.

Meskipun kamu seperti buku diaryku, jiwaku tidak menginjinkanku untuk menuliskan segala keluh kesahku, bahkan bahagiaku sekalipun.

Meskipun kamu juga seperti matahari yang membawa sinar, aku lebih memilih lampu jika kamu mataharinya, untuk saat ini.

Meskipun kamu juga kabar bahagia yang selalu menghasilkan senyuman. Sekarang yang kudapat bukanlah senyuman, aku menghindari kabar bahagia itu, dan mencari kabaar bahagia dari hal lain.

Meskipun kamu seperti obat penenangku, aku tidak boleh terlalu sering meminum obat penenang karena sesuatu yang berlebihan tidak baik, kan?

Kamu kadang pemicu semangatku? iya, kadang. Karena kamu lebih sering mengeluarkan kata-kata yang menyebalkan dan akhirnya membuatku semangat.

Meskipun semuanya sudah hilang, kamu pernah memberikanku senyuman yang sangat lebar sampai aku tidak bisa berhenti tersenyum sepanjang hari, kamu juga pernah membuat aku semangat seperti api membara, dan apapun itu, terimakasihku akan selalu kuucapkan dalam hatiku untukmu. Biarlah tulisan ini menjadi surat yang tak pernah terbaca olehmu.

thank you.
Kadang memang kita butuh sebuah "tamparan" keras untuk sebuah kesadaran. Jika tidak ditampar pada saat itu mungkin aku tidak pernah sadar.

Tenggelam dalam khayalan dan harapan, sampai lupa mana yang lebih nyata. Tapi sekarang aku sudah sadar, setidaknya aku tidak terlalu jauh untuk sadar. 

:)

engkau jauh, Aku jauh, engkau dekat, Aku dekat

"engkau jauh, Aku jauh, engkau dekat, Aku dekat"

Lagu itu udah gak asing di telinga semua orang, kata-kata yang secara gak sengaja masuk ke alam bawah sadar pikiran seseorang, dan sekarang aku rasa sepertinya Allah cemburu..

Gak tau ya, aku ngerasa aja. Subhanallah, begitu cintanya Allah sama hamba-Nya. Selalu peringatkan aku dengan halus ya Allah, jika salah :)

Dulu, aku waktu jatuh cinta, rasanya aku jadi jauuuuh sama Allah. Sholat jadi gak tepat waktu, jarang ngaji, malah habis sholat langsung ngejar hape buat bales smsnya dia. Yah, emang gitu selalu pada akhirnya, you know what? dia pergi hehe.

Aku merasa ketika aku mengabaikan Allah, Dia memperingatkanku dengan cara halusnya, kadang sakit, kadang butuh berpikir, kadang butuh air mata dulu, baru aku bisa memahami, tapi itulah cara Allah untuk memperingatkanku, mungkin.

Setelah kehilangan orang yang membuat aku jatuh cinta, aku datang lagi, mendekatkan diri kepada Allah-ku. Mengatakan setiap keluh kesahku, menumpahkan tangisku, menyatakan kesalku, mengeluarkan segala hal yang membuat aku menangis di tengah malam, menceritakan segala ketidak adilan, dan semuanya.

Lambat laun, semuanya kembali, hatiku sembuh.

"Dia-lah yang memberi penyakit, dan Dia juga yang mengangkat penyakit itu"

Iya, aku selalu berdoa agar Allah segera menyembuhkan lukaku itu, dan akhirnya sembuh.

Aku tidak tahu, beberapa bulan kemudian, aku mulai menjauh tanpa aku sadari, memang benar..

"yang susah itu bukan untuk berhijrah, tetapi tetap istiqomahlah yang paling banyak cobaannya"

Jauh? Iya, aku ngerasa kok, hatiku hampa, kosong, kadang aku sering nangis gak jelas. Yah, boleh diakui emosiku emang masih labil banget, ya labil dalam artian kadang aku bisa bahagia karena hal kecil, dan aku juga bisa galau mati-matian karena satu kata atau satu hal pun. That's soooo me! hehe

Subhanallah, aku bersyukur karena ketika aku menjauh (tanpa aku sadari), Dia memperingatkanku dengan cara halusnya.

Hari ini, aku ujian Preskripsi (pelajaran tentang obat-obatan, seperti simulasi nanti di Apotek). Aku belajar dari siang sampe malem, paginya aku langsung belajar (kebiasaan belajar pagi baru bisa waktu kuliah alhamdulillah :')), siangnya aku ujian. Well?

Nilaiku buruk banget :')

Entah rasanya percuma belajar kemaren, sampe-sampe aku bilang mama..

A: mam, aku percuma banget belajar semalem, aku gak bisa ujian tadi
M: tenang nak, mungkin sekarang percuma, tapi pasti itu berguna kelak :)

Iya, memang semua itu ada maknanya, ada hikmahnya, dan ada pesan tersirat buat Atikah.

Ajaib gak? kamu siap buat masuk ketika ujian, tetapi waktu ujian kamu blank? sebel iya, tetapi aku jadi belajar disini..

Kamu tahu siapa yang ngatur semua ini? Siapa yang mengingatkanmu waktu kamu lupa pada ujian? siapa yang nolong kamu? siapa yang membuat dosen salah ngasih nilai jadi lebih baik?

You know the answer, Tik.

dan instropeksilah. Mungkin dengan hal ini, kamu bisa mendapatkan banyak pelajaran.

Maha Besar Allah Dengan Segala Kuasanya...

everythings gonna be okay. Meskipun kamu merasa sendiri, kamu tidak sebenar-benarnya sendiri, Allah begitu dekat, Dia ada di dalam hatimu.

Minggu, 25 Januari 2015



"Jangan belajar untuk menjadi sukses, tapi belajarlah untuk membesarkan jiwa." — 3 idiots





Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF