Semoga Tahun ini lebih banyak syukur daripada keluhan,
Semoga Tahun ini saya bisa lebih rajin lagi menulis dan membaca di tengah kesibukkan dan keberisikan dunia ini
Rabu, 26 Februari 2020
Kamis, 20 Februari 2020
Perayaan?
Akhirnya saya berada di umur sekian,
Dimana saya sudah enggan menyebutkan angka,
Dimana saya sudah enggan menyebutkan tahun lahir,
Tidak disangka saya sampai di umur sini saja.
Dengan banyak target yang belum tercapai (ya, tak apa)
Ada yang bilang,
Perayaan terhadap tambah umur (atau bisa disebut berkurang umur)
tidaklah lagi menyenangkan,
Karena mengingatkan kita, betapa banyak yang belum tercapai.
Banyak belum tercapai?
Iya, memang.
Namanya manusia punya rencana,
Semesta berkehendak lain, kita bisa apa?
Berusaha lagi dan terus berdoa
Bagiku perayaan tetaplah perayaan,
Namun bagaimana kita merayakan itulah letak perbedaanya,
Bila di putar kebelakang,
Dulu waktu kecil ada tradisi gebyor dengan air,
Bertambah tua sedikit ada tambahan telur mentah dan tepung,
Semakin bertambah lagi sudah tidak lagi gebyor dan telur,
namun berupa kata-kata
dan menyiptakan momen indah yang membuat haru
Di umur sekarang ini,
Merayakan bisa dengan orang yang kita sayang,
Dan membuat orang lain berbahagia,
Karena kebahagiaan orang lain merupakan kebahagiaan kita juga,
Membuat momen untuk diri sendiri dengan kebahagiaan orang lain,
Itu juga perayaan.
Jadi bagiku,
Perayaan bertambah umur memang sebagai pengingat,
Namun bagaimana kita merayakan itulah intinya,
Bukan malu atau sebal dengan capaian-capaian yang belum tercapai.
Syukuri masih bisa hidup hari ini,
Bersyukur masih memliki target hidup yang membuat selalu semangat,
Bersyukur masih diberikan orang-orang baik di sekitar.
Aku suka perayaan tahun ini.
Karena tidak ada yang abadi,
Tapi kenangan tetap terkenang selalu di hati dan ingatan.
Kita berjalan masih, terus berjalan
Meskipun kita tak tahu, berapa jauh jalan ini nanti. (Lagu pejalan - Sinir Tanah)
Hargai kenangan, perjuangkan target hidup, dan hangman pernah lupakan orang-orang yang kamu sayang.
Minggu, 28 Juli 2019
Jumat, 23 November 2018
Kamis, 13 September 2018
Dari Si Anak Baru Lulus SMA di Masa Lalu
Hai, sebelum memulai inti dari tulisan ini. Sekarang aku adalah seorang apoteker di salah satu rumah sakit di Malang. Beberapa waktu lalu, aku baca ulang beberapa tulisanku, dan aku terharu lagi dan lagi setiap baca tulisanku tentang ini (coba klik), tulisan tentang penggapaian cita-citaku di masa lalu.
Aku terharu bagaimana seorang anak yang baru lulus sma, setegar itu, mendapatkan cobaan bertubi-tubi dan berusaha bangkit berkali-kali, tidak mendapatkan cita-citanya untuk masuk jurusan dambaannya, kedokteran. Dia kira tahun depan-nya adalah kesempatannya, ternyata bukan juga. Dia berusaha untuk menerima apa yang didepannya dan meyakinkan dirinya"ya, ini adalah jalanku."
Malu? ya, aku malu sama diriku sendiri di masa lalu.
Si anak baru lulus sma itu, bangkit berkali-kali dari cobaannya bertubi-tubi,
Si anak baru lulus sma itu, berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan cita-citanya,
Si anak baru lulus sma itu, berusaha selalu berkata-kata positif untuk membangkitkan dirinya,
Lalu? kini kau mau menyerah karena hal sepele?
Lupa dengan caramu dahulu?
Kamu tidak malu dengan anak baru lulus sma itu?
Jalan setiap orang memang beda-beda, aku selalu bilang, semuanya pasti ada hikmahnya kalau misalnya pun kita belum tahu hikmahnya pasti nanti kamu akan tahu.
Dulu, aku sekuat tenaga menerima kalau jalanku memang sebagai apoteker, entah apa alsannya aku belum tahu.
Sekarang aku sudah tau jawabannya, aku orangnya cengeng, ngelihat orang kesakitan gak tega, malah ikut nangis dan sedih, bayangin gak kalau misal beneran aku jadi dokter? Berapa kali aku harus nangis setiap mau nyuntik orang? Berapa kali aku harus nangis setiap mau operasi pasien?
Bener kan semuanya ada hikmahnya pada waktunya?
Ternyata aku lebih cocok jadi apoteker (meskipun kalau ada beberapa pasien yg cerita, ikut terhanyut kesedihannya juga) :')
Drama ya, tapi emang itu yang aku rasain.
Jadi, gini aja. Ketika kamu akan menyerah terhadap sesuatu, pikirkan dahulu bagaimana kamu melalui untuk mendapatkan semua ini, pikirkan dan ingatlah bahwa orangtua-mu pun tidak pernah lelah mendukungmu secara finansial maupun secara support hingga saat ini. Ingatlah sahabat-sahabatmu yang selalu bilang "you're not alone" dan pergi menghibur kita setengah mati. Ingat semuanya.
Semangat! Jangan mau kalah sama anak baru lulus sma yang di masa lalu itu!
Untuk siapapun yang membaca tulisan ini, jika saat ini kau punya keinginan A dan kamu tidak mendapatkan A, tetapi malah mendapatkan B atau C atau bahkan D. Janganlah sedih karena yang kamu inginkan belum tentu yang kamu butuhkan dan Allah-lah yang paling tahu mana yang kamu butuhkan.
:)
Aku terharu bagaimana seorang anak yang baru lulus sma, setegar itu, mendapatkan cobaan bertubi-tubi dan berusaha bangkit berkali-kali, tidak mendapatkan cita-citanya untuk masuk jurusan dambaannya, kedokteran. Dia kira tahun depan-nya adalah kesempatannya, ternyata bukan juga. Dia berusaha untuk menerima apa yang didepannya dan meyakinkan dirinya"ya, ini adalah jalanku."
Malu? ya, aku malu sama diriku sendiri di masa lalu.
Si anak baru lulus sma itu, bangkit berkali-kali dari cobaannya bertubi-tubi,
Si anak baru lulus sma itu, berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan cita-citanya,
Si anak baru lulus sma itu, berusaha selalu berkata-kata positif untuk membangkitkan dirinya,
Lalu? kini kau mau menyerah karena hal sepele?
Lupa dengan caramu dahulu?
Kamu tidak malu dengan anak baru lulus sma itu?
Jalan setiap orang memang beda-beda, aku selalu bilang, semuanya pasti ada hikmahnya kalau misalnya pun kita belum tahu hikmahnya pasti nanti kamu akan tahu.
Dulu, aku sekuat tenaga menerima kalau jalanku memang sebagai apoteker, entah apa alsannya aku belum tahu.
Sekarang aku sudah tau jawabannya, aku orangnya cengeng, ngelihat orang kesakitan gak tega, malah ikut nangis dan sedih, bayangin gak kalau misal beneran aku jadi dokter? Berapa kali aku harus nangis setiap mau nyuntik orang? Berapa kali aku harus nangis setiap mau operasi pasien?
Bener kan semuanya ada hikmahnya pada waktunya?
Ternyata aku lebih cocok jadi apoteker (meskipun kalau ada beberapa pasien yg cerita, ikut terhanyut kesedihannya juga) :')
Drama ya, tapi emang itu yang aku rasain.
Jadi, gini aja. Ketika kamu akan menyerah terhadap sesuatu, pikirkan dahulu bagaimana kamu melalui untuk mendapatkan semua ini, pikirkan dan ingatlah bahwa orangtua-mu pun tidak pernah lelah mendukungmu secara finansial maupun secara support hingga saat ini. Ingatlah sahabat-sahabatmu yang selalu bilang "you're not alone" dan pergi menghibur kita setengah mati. Ingat semuanya.
Semangat! Jangan mau kalah sama anak baru lulus sma yang di masa lalu itu!
Untuk siapapun yang membaca tulisan ini, jika saat ini kau punya keinginan A dan kamu tidak mendapatkan A, tetapi malah mendapatkan B atau C atau bahkan D. Janganlah sedih karena yang kamu inginkan belum tentu yang kamu butuhkan dan Allah-lah yang paling tahu mana yang kamu butuhkan.
:)
Langganan:
Postingan (Atom)
by ANF
