Jumat, 04 Maret 2022

Tentang Album Manusia - Diri

Siapa yang tidak tahu Album Manusia? 

Kayaknya seluruh Indonesia pada tahu.

Sebenarnya semua lagu di Album ini memiliki arti yang dalam untuk diriku sendiri, tapi kali ini aku mau menulis tentang Diri.

Diri. Sebuah lagu pengingat yang berulang kali membuatku terharu.

Di lagu ini Tulus mengingatkan kita banyak hal yaitu..

bahwa diri ini adalah seseorang yang harusnya lebih dulu diberi kata Terimakasih,
sayangnya kita sering lupa,
bahwa diri ini adalah seseorang yang harusnya di semangati lebih dahulu,
sayangnya kita sering memaksakan diri ini yang sudah rapuh dan lelah,
bahwa diri ini adalah seseorang yang harusnya di maafkan terlebih dahulu sebelum orang lain,
sayangnya kita sering menyalahkan diri sendiri padahal salah itu wajar,
bahwa diri ini adalah seseorang yang harusnya di puji ketika hebat dan butuh istirahat bila lelah terjaga,
ya, kita tidak boleh lupa :')
bahwa diri ini tidak pantas untuk mendapatkan luka karena kita terlalu berharga..

Ada kata yang benar-benar membuatku merinding,

Bisikkanlah
Terima kasih pada diri sendiri
Hebat dia
Terus menjagamu dan sayangimu
Suarakan
Bilang padanya, jangan paksakan apa pun
Suarakan
Ingatkan terus aku makna cukup
Jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih pada diri sendiri, setiap hari.
Terimakasih masih berjuang hingga hari ini.
Salah tidak papa,
Sedih tidak papa,
Lelah tidak papa, 
Semua hal itu adalah hal yang wajar terjadi di dunia ini, ketika kita bisa mewajarkan orang lain,
mengapa kita tidak bisa mewajarkan untuk diri kita sendiri?
Hai Diri :)
Terimakasih sudah bertahan hingga titik ini dan terus berjuang.
Terimakasih sudah melalui hal-hal yang sulit, namun akhirnya berlalu juga kan?
Terimakasih sudah selalu bangkit dan tetap tersenyum ketika kamu jatuh :)
Terimakasih juga untuk mas Tulus, lagumu selalu indah dan berdampak pada Diri ini. :)
Semoga suatu saat, kita bisa bertemu, berfoto bersama, dan berbincang bertukar cerita! 
aamiin!


Rabu, 14 Juli 2021

COVID-19

Siang Semesta..

Ternyata virus ini menghampiri kehidupanku,
Tidak di duga juga aku menjadi salah satu angka di update harian pasien covid di kemenkes,
Tidak di duga juga aku menjadi salah satu orang yang melakukan isolasi mandiri.

Berhubung aku sudah lama banget gak Nuis, yaudahlah ya,
posting setelah sekian lama aku gak nulis aku persembahkan untuk covid-19..

Singkat cerita,
aku adalah anak yang jarang banget sakit, super jarang! (alhamdulillah)
kalau di inget-inget mungkin aku terakhir sakit 2-3 tahun yang lalu kayaknya? iya kayaknya sih.
Demam, pilek, atau batuk pun hampir gak pernah menghampiriku (alhamdulillah banget).
Jadi kalau ada yang gak beres dalam diriku,
pasti aku kerasa banget kan,
dan sudah kebiasaan semisal tenggorokan mulai gak enak (belum batuk, tapi tanda-tanda)
aku pasti langsung boost vitamin C untuk beberapa hari,
terus alhamdulillah selalu gak jadi sakit.

Yang Kali ini beda, kebetulan di tempat kerjaku ada yang barusan kena,
dan malamnya aku sempet ngobrol cukup lama,
ada tracing dari tempat kerjaku dan jadwal swabku sudah di tentukan.

Di hari swab itu tenggorokanku baru terasa gak enak,
tapi karena itu udah di jadwal yaudah aku swab aja,
feelingku (kayaknya) aku positif karena aku ngerasa ada yang beda aja gitu di diri ini,
daaan hasılnya tents negatif! hmmm...

bukan kecewa karena hasilnya negatif, tapi hati kecilku bilang,
kayaknya ini negatif pulsu deh, maksudnya memang swab antigen 90% akurat, gimana kalau aku termasuk 10% persennya?

yaudah, aku jalani hari biasa, ternyata besoknya badanku kayak habis bangun rumah,
sakit semua dan capek banget, teler banget,\
tapi tetep aku paksain masuk karena flu batuk masih jarang2, kerja dengan badan super loyoo....

Then, esoknya hari ke 3 itu kayaknya puncaknya,
aku demam, batuk mulai parah (gak henti-henti, udah ganggu deh suaranya)
pilek juga, dan bener-bener teler rasanya gak bisa bangkit buat kerja, wkwk

Berhubung aku gak punya surat sakit dokter (sedis banget huhu) dan males ribet, 
aku masuk aja di hari itu, tapi namanya udah usaha, badan gak bisa bohong,
mau pingsan rasanya wkkww
berdoa sama Allah supaya pasien dikit aja..

Malemnya aku ke dokter di sela-sela aku kerja,
ternyata aku demam juga (langsung bunyi alatnya guys wkkw),
then dikasih istirahat 3 hari,
dan hari ke-3 izin sakit itu mengharuskan aku swab antigen lagi..

Besoknya...
hari ke hari rasanya badanku tambah loyo dan sakit semua (mungkin ini puncaknya),
mau nyanyi-nyanyi gitaran juga mana kuat wkkw.
suara aja keluar A I U, alhamdulillah hahaha.
makan aja maleeees bgt.

Tibalah hari swab, sebenarnya aku udah feeling pasti positif,
Karena indra penciumanku pun sudah gak bisa cium apa-apa,
pears berkurang perlahan..
dan hasilnyaaaaa bener positif!

Aku sebenarnya sudah legowo mau hasil apapun, karena udah menuju gejalanya spesifik.
Jadi gak kaget sama sekali kalau positif,
Udah siap apapun hasilnya,
yang aku takut sebenarnya anggota keluargaku,
alhamdulillah semua sudah melalui hari beratnya (demam yg tinggi banget dan badan sakit semua),
jadi hati sudah tenang.

entah ketularan dari mana,
aku sudah gak mikir,
entah siapa duluan yang kena,
aku sudah gak mikir,
yang terpenting adalah semuanya harus tambah sehat setiap harinya.
yang terpenting senat dan tidak stres.

Kita sudah ikhtiar dengan berbagai prokes,
ini udah takdir :')

Semangaaat semuanya!

bismillah! 

Terimakasih semua temen-temen tersayangku yang support selalu,
dengan berbagai cara yang selalu bikin bahagia, love love :)


Rabu, 19 Mei 2021

mengulang

 di hari yang berbeda,

di musim yang berbeda,

tapi sang putri ikan masih saja tersesat dan terperangkap lagi,

ia masih tertipu dengan ombak yang datang lalu hilang lagi,

ia tahu akan merasakan sakit dan kecewa yang sama, tetapi ia masih berharap bahwa “mungkin kali ini berbeda”,

ia sudah pernah mengatakan, “kali ini aku berhenti, aku tidak mau lagi terperangkap dengan ombak-ombak palsu itu”, tapi?

ia seperti lupa akan perbuatan-perbuatan yang membuatnya kecewa, ia lupa bahwa ombak pernah menenggelamkannya, ia lupa bahwa ombak pernah menyakitinya, dan ia lupa bahwa pernah di tarik lalu di buang jauh-jauh. 

malam itu, sang putri merasakan sebuah perbedaan, ia percaya bahwa kali ini berbeda. 

tetapi ternyata malam itu membawa kekecewaan yang lebih dalam lagi, percuma ia terhayut dalam kata-kata indah itu karena semua hanyalah kata-kata. 

hai putri ikan, mau sampai kapan kamu menunggu ombak?

mungkin memang ombak bukan untukmu, 

mungkin kamu hanya perlu bersabar sedikit lagi, tunggulah hingga fajar, hingga terang.

Karena sinar matahari lebih menghangatkan hatimu yang sudah mati kedinginan. Bila ombak di malam hari selalu menyakitkan dan mengecewakanmu, jangan lupa bahwa sinar matahari selalu membuatmu hangat dan menyegarkan. 

kamu hanya perlu bersabar sedikit lagi, fajar pasti akan datang. 


//salam sayang dari aku untuk sang putri ikan. 

Senin, 05 April 2021

Pilah dan Pilih

Sudah tidak asing lagi bagiku mendengar pertanyaan, "Kapan Menikah?"

Mungkin hal itu terkadang tidak menggangguku sama sekali, cuma terkadang ada kalimat lanjutan yang membuatku terganggu bahkan bisa tersinggung. Entahlah

Mau tau apa itu?

"Pasti pilih-pilih yaaa"

Pilih-pilih? menurutku ini bukan tentang pilih-pilih, tapi ini tentang kehidupan kita setelah menikah adalah selama-lamanya, kita akan hidup dengan manusia (yang sebelumnya bisa di bilang) asing.

Lalu, apa salah menunggu orang yang tepat?

Defisini kata pilih-pilih sepertinya sudan terlalu negatif di telinga orang-orang, padahal tidak seperti itu.

Sudah banyak sekali orang yang bilang bahwa setiap orang memiliki zonanya masing-masing,
Setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk mencapai ke sebuah tempat finish-nya

Mungkin keliatannya dia depan atau mungkin keliatannya dia dibelakang. 

Sebentar, memangnya kita tahu dari mana?

Kita saja tidak tahu dimana garis start dan finish setiap orang, pasti beda-beda kan?

jadi tidak ada namanya kata terlambat, cuma memang belum waktunya saja kan?

So, sabar saja. Sabar yang banyak, tetap berbaik sangka katanya.

Tutup telinga, fokus kapada diri sendiri, dan tetap berprasangka baik kepada yang Maha Kuasa, Allah

:)


Jumat, 30 Oktober 2020

Cermin - Surat Cinta Untuk Nadin Amizah

Cermin seperti lagu Nadin Amizah. Iya, memang tentang lagu dia.

Lagu itu benar-benar bisa aku putar berkali-kali tanpa bosan,

Lagu itu seperti menggambarkan kegelisahan yang selama ini aku risaukan.

Bahwa, hidup itu bukan hanya perkara mencintai dan dicintai oleh orang lain saja,

tapi kita harus mencintai diri sendri lebih dahulu, jangan sampai lupa.
Kalau bukan kita yang mencintai lebih dulu, lalu siapa lagi?

Lagu ini mengingatkan kita,
betapa seringnya kita memaki diri sendiri,
betapa seringnya kita mewajarkan kesalahan orang lain, 
namun lupa mewajarkan kesalahan diri sendiri,
seringnya kita lupa, 
bahwa kita sama dengan orang lain yang sama-sama bisa salah

Menuntut kesempurnaan kepada diri sendiri,
Tidak memaafkan diri sendiri karena kesalahan kecil,
Namun memaafkan orang lain karena kesalahan besar.
Itu tidak wajar :)

Di lagu ini,
Aku sangat sangat belajar banyak, Nadin.
Sering sekali aku mendengarkan lagu ini (lagi dan lagi),
Disaat aku memaki diri sendiri karena kebodohanku,
Menangis sendirian dengan lagu ini karena merasa diri ini menjijikkan.

Mengapa kita bisa memaafkan orang lain, namun ke diri sendiri tidak?

Terlalu banyak menuntut kepada diri sendiri,
Padahal salah itu wajar,
Tidak sempurna itu wajar,
Cintailah dan maafkanlah dirimu, 
berkali-kali kuucapkan setiap kali mendengarkan lagu ini, Nadin.

Kuncinya bagiku adalah kedua hal itu..

Kita harus mencintai diri ini dan menerimanya,
Maafkanlah diri ini dari kesalahan-kesalahan kecil yang diri ini sendiri perbuat,

Hargai dirimu sendiri, jangan lupa.

Tulisan ini untuk Nadin,
Tanda terimakasihku berkali-kali diwakilkan oleh tulisan ini,
Aku tahu umurku jauh lebih tua dari Nadin,
Nadin masih sangat muda sekali ketika menulis lagu ini,
Di umur se-Nadin, Aku tidak pernah berpikir sedewasa itu.
Namun untuk belajar memang tidak memandang umur,
Kedewasaan bukan ditentukan dengan angka,
tapi dilihat dari bagaimana kita berpikir,

Terimakasih Nadin untuk lagunya,
aku jadi lebih belajar lagi dan lagi untuk memahami diri ini,
dan semakin mencintai diri ini setiap harinya.

Sekali lagi, terimakasih. I love you, Nadin.

With all my love, Atikah Nadhifah Fahmi.

Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF