Kamis, 10 November 2016

Seseorang Kopi-mu


Aku bukan pecinta kopi, bisa dibilang aku hanya seorang penikmatnya.
Aku lebih memilih teh hangat dengan lemon, dibandingkan kopi yang diberi creamer.
Aku lebih memilih minum air putih sebanyak-banyaknya dibanding minum kopi untuk membuat mataku terbuka.
Mengenal kopi? mungkin semenjak masuk bangku kuliah,
disitulah aku mulai familiar dengan rasa khas secangkir kopi.

Mungkin karena aku bisa terjaga di malam hari tanpa harus ada kopi,
Mungkin juga dulu di masa "jahiliah"-ku ada seseorang kopiku,
Mungkin juga karena rasanya yang membekas di mulutku,
atau mungkin karena kopi terlalu ampuh untuk diriku.

mungkin karena itu aku tidak bisa jadi pecintanya, atau belum?

Kopi itu bukan sekedar cairan berwarna di cangkir,
Kopi juga bukan sekedar kopi yang dicintai para pecintanya,

Bagiku.

Kopi itu bisa jadi seseorang, 
seseorang yang membuat kita tidak bisa tidur di malam hari,
seseorang yang membuat kantuk kita hilang dalam sekejap,
seseorang yang menjadi kopi sekaligus vitamin penyemangat.
seseorang yang mungkin masih disimpan............. (?)

Bersihkanlah serbuk-serbuk kopi yang dahulu,
Tenangkan hati, hilangkan serbuk-serbuk kecewa yang berserakan itu,
Untuk mencari kopi enak, tidak semudah itu.

Meskipun aku bukan pecinta kopi, tapi kata abi dan masku, kopi buatanku enak.
Iya, kopi racikan bukan kemasan.
Aku membuatnya dari kopi hitam yang didiamkan sebentar,
kemudian setelah beberapa saat aku beri creamer,
kata abiku, waktu untuk mendiamkan secangkir kopi bisa menghasilkan rasa yang berbeda.

Untuk membuat kopi yang enak dan spesial saja butuh waktu khusus.
Apalagi seseorang "kopi"-mu.

Biarkan waktu itu datang dengan tepat, ketika kau siap.
Lebih nikmat kan jika meminum kopi itu dengan angin sepoi-sepoi di langit pagi?
bersama "kopi" pagimu :)

Selasa, 08 November 2016

Rindu itu Tanda Kenormalan Hatimu

"Merantaulah.. karena akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya, pada kampung halamanmu, pada mereka yang kau tinggalkan."
Yaps! How I miss my hometown :")

Bagiku, gak ada kota yang benar-benar nyaman senyaman Malang. Selama aku hidup (untuk 22 tahun ini) dari kota yang pernah aku kunjungi, aku suka kota-kota itu, yaaa mungkin karena liburan, tapi kalau sama kota Malang itu aku cinta, aku rindu, dan pastinya aku nyaman.

Kota yang cukup dingin dibandingkan kota yang aku tinggali sekarang, kota yang makanan-makanannya sudah beradaptasi dengan lidahku, kota yang jalannya mudah untuk aku hafal dan aku sambung-sambungkan, kota dengan banyak tempat yang bisa aku kunjungi untuk sekedar jalan-jalan dan moto-moto, kota dimana ketika hujan turun aku senang karena aroma hujannya menenangkan, kota dimana aku bisa menikmati teh hangat kesukaanku tanpa harus kepanasan, kota dimana aku tinggal dan lahir disana. Jika disuruh mendeskripsikan bagaimana kota Malang, dengan bangganya akan aku deskripsikan sangat detail.

Kemarin abiku dateng ke Solo, seneng banget karena rasa rindu terobati, tapi ketika abi pulang rasa kangenku tambah besar, rasanya aku tambah pengen pulang.

Kadang ada yang bilang,

"kangen terus aja ini atikah..."

Apa salahnya rindu? Aku tidak pernah protes tentang rindu, karena rindu itu adalah bentuk normal dari hati seseorang, karena dengan rindu juga, kamu akan menyadari orang-orang yang sebenarnya melekat dihatimu.

Aku juga rindu segala kebiasaanku di Malang karena banyak kebiasaan yang gak bisa aku lakukan juga disini. Sesimple teh hangat saja aku tidak bisa melakukannya, karena mana bisaaaa, pulang-pulang kuliah dengan matahari terik pengennya ya es, bukan yang anget-anget. hahaha.

Aku juga rindu  kamar, apalagi kucingku. Kedua kucingku yang selalu dateng kepadaku kalo minta makan, yang gak pernah tega liat aku sendirian dikamar, yang selalu minta diperhatikan kalo aku lagi asik laptopan. Ahhh pokoknya mereka selalu ada disampingku mau aku nonton tv, main laptop, belajar, atau sekedar main hape, mereka sukanya deket-deket. Bahkan kadang kalo mereka merasa gak aku gubris seharian, mereka naik tangannya ke atas mejaku, ngelihat wajahku dengan wajah melas mereka, minta di-elus, minta disayang. How i miss them!

Aku kangen dapur, tempat dimana aku sering bereksperimen (baru-baru ini sebelum ke Solo) setelah ngelihat tutorial masak di youtube atau instagram. Huvt. Disini ada sih dapur, tapi yang gak ada itu bahannya sama waktunya.

Aku kangen mereka semua, keluargaku, sahabat-sabahatku, semuanya! dan itu pasti, merekalah yang pertama kali aku rindukan, tanpa henti. Kadang aku membayangkan wajah mereka dan kebiasaan mereka. Jatuhnya ya tetap rindu.

"karena obat rindu bagiku adalah bertemu, facetime, telpon, chating adalah penunda rindu paling mujarab sebelum bertemu. Tapi tetap aja, bertemu adalah obatnya."

See you! Ingat, jangan pernah malu untuk merindu karena merindu adalah tanda kenormalan hatimu. Good night!

Senin, 31 Oktober 2016


"Untuk menjadi sukses tidaklah mudah, selain harus membangun rasa percaya diri, istiqomah dalam berjuang itu juga penting. Jangan sombong, jangan mudah untuk puas, jangan pernah merasa sudah pintar, harus terus belajar karena ilmu itu luas dan bisa datang dari mana saja."

kamu masih setengah jalan, semangat!

Sabtu, 29 Oktober 2016

Terimakasih Pengalaman!

Aku tak lagi menunggu di pelabuhan itu,
bahkan aku juga tidak berharap pelabuhan itu masih ada,
ini bukan galau,
hanya sebuah kesadaran tentang sesuatu.

Semakin kesini aku semakin banyak belajar,
semakin kesini aku semakin banyak memahami,
semakin kesini aku jadi paham apakah itu suatu kebohongan atau kebenaran,
semakin kesini ada aja berita-berita yang seketika sampai ditelingaku, sendiri.

Pelabuhan, perahu, laut, lumba-lumba?

Biarlah dia menjadi sebuah tulisan lamaku karena dia (dulunya) adalah inspirasi.
dari yang menginspirasi menjadi sebuah pelajaran.

Terimakasih pengalaman!
"Aku adalah aku yang menikmati dan menghargai sebuah proses untuk sebuah hasil yang menggembirakan"
Selamat ber-sabtu malam, readers!

Sabtu, 01 Oktober 2016

Anak Rantau

Hampir tepat satu bulan aku merantau di kota orang, hampir tepat satu bulan aku belajar cari makan sendiri, hampir tepat satu bulan aku memikirkan hal-hal kecil yang dulu gak pernah aku pikirkan dirumah. Iya, aku yang segede ini baru kali ini bener-bener merantau, dan cobaannya anak newbie gini, banyak banget, bertubi-tubi.

Sempet nangis-nangis ketakutan karena kamar bocor malem-malem, rasanya malem itu malem paling buruk, biasanya aku tinggal ngerengek ke mama, mama dateng dan akhirnya aku ngerasa aman. Tapi malem itu aku belajar bagaimana aku mengatasi masalahku sendiri, menangani diriku yang seketika jadi gak bisa mikir kalo panik, yang otaknya berisik karena mikirnya terlalu jauh :))

Malem itu rasanya pengen langsung pulang aja, tapi mana bisa? pingin peluk aja rasanya.

Tapi akhirnya setelah otak dingin, nerima, komplain ke pak kos, pelan-pelan, dikit-dikit beres satu persatu. Kuncinya memang sabar, ikhlas, nerima, dan jangan panikan.

Selain belajar dari kamar yang bocor, aku juga belajar tidur dengan lampu dimatikan, awalnya agak susah bahkan malah gak bisa tidur, tapi dengan pesan-pesan mama yang udah insya allah aku laksanain aku sekarang jadi bisa tidur dengan lampu kamar mati (meskipun masih pake lampu tidur hehe). Mengingat gimana aku bener-bener gak bisa tidur kalo lampu dimatikan, peningkatanku disini lumayan banget loh. Gak sesimple seperti orang pikirin, hehe.

Mungkin memang bener kata mama, disinilah aku disuruh belajar dewasa yang sesungguhnya sama Allah, disuruh sama Allah supaya memikirkan apa yang seharusnya dipikirkan anak seumurku. Aku dulu gak pernah mikir mau makan apa hari ini, aku dulu juga gak pernah mikir seberapa banyak baju yang harus aku laundry, aku dulu juga gak pernah mikir gimana kamar mandi harus selalu bersih, aku juga bahkan gak mikir apakah barang ini worth it untuk dibeli atau enggak, banyak hal yang dulunya gak aku pikirkan sedetik pun, sekarang jadi pemikiranku sehari-hari.

Banyak hal yang berubah disini, banyak kebiasaan baru yang aku buat disini, dan banyak pelajaran  yang aku pelajari pelan-pelan.

Oh jadi gini rasanya ngekos, aku jadi tahu kenapa adikku selalu ingin pulang setiap minggu.
Oh jadi gini rasanya ngekos, aku jadi tahu kenapa tanggal merah selain hari minggu itu berarti.
Oh jadi gini rasanya ngekos, aku jadi tahu gimana susahnya cari makan yang cocok,
Oh jadi gini rasanya ngekos, aku jadi tahu betapa harus sabarnya jadi anak kos.

Pingin pulang, pingin ke malang, pingin disana. Semuanya yang ada di malang, semuanya yang sama-sama lagi merantau. Aku kangen!


Salam Kangen


Dari Anak Rantau Solo



Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF