Tampilkan postingan dengan label musim semi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musim semi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Maret 2025

selamat tanggal tujuh belas

menapaki tanggal tujuh belas setiap bulannya,
tak terasa sudah tanggal tujuh belas keempat,
bangun dari mimpi panjangku,
rasanya seperti masih tidak nyata,
bahwa aku melewati tanggal tujuh belas dengan seseorang disampingku.

dia yang memelukku ketika aku menangis,
menghiburku saat aku bersedih,
membuatku tertawa bahagia,
memberi ruang nyaman disisinya,
menemaniku saat merindu kota kelahiranku dan seisinya,
mendengarkan setiap detik cerita tidak pentingku,

dan aku merasakan begitu menyenangkan dicintai sebegininya.

rasa yakin bahwa dia jodohku (saat sebelum akad), terjawab sudah semuanya

"ternyata inilah kenapa dia jodohku"

"ternyata inilah kenapa Allah memilihkan dia untukku"

"ternyata inilah kenapa hatiku begitu condong padanya, tak ada ragu sedikit pun"

"aku meminta pada Rabb-ku, Dia tidak mungkin salah memilihkan untukku"

kuucap kata-kata itu didalam hatiku setiap waktu,
begitu banyak nikmat yang tidak berhenti aku syukuri setiap waktu,
dia adalah rezeki yang tak ternilai harganya.

dibesarkan dari dua keluarga yang berbeda,
pasti,
pastinya memiliki banyak kebiasaan yang berbeda..

"menikah itu ta'aruf terpanjang dan ta'aruf sebenarnya", pesan kakak perempuanku yang menjodohkanku
kupegang kalimat itu erat ketika muncul perbedaan.
kuluaskan hatiku untuk menerima atau mengkomunikasikannya.

komunikasi.
membicarakan hal sulit dan hal mudah,
membicarakan hal penting dan bahkan tidak penting sekalipun
itu penting.

ternyata ia adalah puzzle yang hilang selama ini di hatiku,
ternyata aku berasal dari rusuknya
dan kuisi lagi di rongga dadanya seperti ia mengisi puzzle di hatiku.

tangki cintaku penuh setiap hari,
semoga selalu ada jalan dan cara untuk terus saling jatuh cinta, setiap harinya.


dari istrimu dengan penuh cinta
selamat tanggal tujuh belas!

Senin, 20 Januari 2025

hai jogjakarta, salam kenal!

akhirnya kakiku beranjak pergi dari kota kelahiranku,
kota dingin tapi selalu memelukku dengan penuh kehangatan,
kota yang dipenuhi dengan kasih sayang
karena orang-orang terkasihku ada disana semua

hai kota kelahiranku, kota Malang
aku pamit dulu ya untuk melipir sebentar!
karena aku tidak tahu kapan aku akan menetap disana lagi,
tunggu aku ya!
sampai ketemu lagi!

-----

kuikuti langkahku,
kupandangi orang disampingku, dia suamiku.
aku tidak sendiri disini, 
jangan khawatir.

kurasakan udaranya disini
wah ternyata aku masih butuh penyesuaian.
banyak beda,
kota ini hangat seringnya sumuk sih wkwkw,
tapi udaranya tetap sejuk 
apalagi aku dipenuhi cinta.
HAHAHAHAHA

hai Jogjakarta, salam kenal!


ada yang bilang selepas dari rutinitas akan terasa berbeda,
tapi untuk saat ini rasanya seperti aku sedang liburan saja,
liburan setiap hari
honeymoon tiap hari wkwkwk

menata langkahku kembali di kota yang tidak asing bila jadi wisatawan,
tapi rasanya asing karena sekarang aku menjadi warga lokal,
menghafalkan setiap sudut utara-selatan dan barat-timur
yang pastinya tidak mungkin aku hafalkan dalam sehari

menghirup udara pagi yang tidak sesegar kotaku,
bangun tidur di rumah yang berbeda,
memulai rutinitas pagi yang baru atau bisa dibilang aku masih menata rutinitasku

tapi kota ini unik,
semuanya terasa lambat,
pelan-pelan dan hikmat
mendukung seorang yang butuh istirahat setelah bekerja panjang tanpa henti
selama tujuh tahun lamanya

udaranya berhembus pelan,
langitnya syahdu menyambutku dengan romantis
dan terkadang sedikit gerimis
seperti sengaja dihadirkan kepadaku yang menyukai hujan,

aku masih belum tahu kemana kakiku melangkah,
pikiran ini masih kosong
sabar, tidak perlu buru-buru
tidak ada yang mengejarmu

tapi yang aku tahu untuk saat ini
sekarang aku sedang menata hidup bersama pasangan hidupku,
semoga berkah 
semoga berkah
semoga berkah
sakinah, mawaddah, wa rahmah.

yang rukun ya!

Minggu, 17 November 2024

17 November 2024

hari ini dia mengucapkan akad di depan abiku,

"saya terima nikahnya...."

kalau boleh jujur aku tidak terdengar sedikit pun saat ia mengucapkannya, tiba-tiba saja..

"ayok kak, masuk chapel didampingi adiknya"

"hah? lo mbak sudah ta?", ucapku tak percaya.

pagi itu aku tidak melihat siapa yang datang, aku hanya berjalan maju menuju kepadanya
kutata langkahku agar tidak tersandung, kutata melati di samping leherku agar tetap terlihat anggun.

semua pandanganku buram, hanya terlihat dia, kakakku, adikku, dan kedua orang tuaku.
aku melangkah ragu karena rasanya seperti tidak nyata.
tetap kutata langkahku dan yang aku ingat perasaan ragu untuk menggapai tangannya karena malu.

"dek, dia ini udah jadi suamimu...", teriak mas alfa, kakakku.

tawa lepas memecah keheningan dan tak terdengar lagi suara pacu jantungku,
tetap terasa tidak nyata.

kugapai tangannya, wah kami sudah sah ya.

---

ada satu doa yang aku ingat,

"Ya Allah. Kutitipkan semua perasaanku pada-Mu. Kau yang memiliki hatiku, Kau yang paling mengenal aku, dan Kau yang paling tahu siapa dan yang bagaimana yang aku butuhkan, jadi kuserahkan semuanya kepada-Mu. Aku menjaga semua ini karena perintah-Mu, aku percaya kepada-Mu karena hanya Engkaulah tempatku bergantung dan meminta pertolongan"

pecah tangisku di malam itu,
kulepaskan semua perasaan, rasa khawatir,
dan rasanya ada sebuah kelegaan yang sulit didefinisikan.

---

hari itu berlangsung cepat, perasaan bahagiaku menutup semua rasa lelah
rasa canggung terasa begitu nyata, tetapi rasanya semuanya seperti mimpi.

ada kebahagiaan yang tidak bisa aku definisikan, merunut semua doa, merasakan keadaan, dan lebih peka terhadap jawaban-Nya. 

Allah Maha Baik, Baik Banget.

berkali-kali kuucap dalam hati.

sungguh, tak ada satu doa pun yang terlewat, dari dulu tidak pernah ada yang terlewat.
Mungkin kita yang kurang peka aja.

---

"rasanya masih unreal ya", ucapku

yang aku ingat di hari ini,
senyum kebahagiaan, 
tawa lepas,
kelegaan,
dan segala rasa pasrah yang selama ini diusahakan.

Ya Allah, terimakasih.


Large Yellow Polka Dot Pointer
by ANF